lahan-pertanian-jawa
PANEN PERDANA – Kadis Pertanian Siti Maisyaroch dan Kepala BPTP Jateng DR Joko Pramono melakukan panen bersama padi organik di Jaten, Karanganyar. (newsreal.id/Joko DH)

KARANGANYAR,newsreal.id – Tingkat kesuburan lahan di Jawa sudah berkurang. Ada 73 persen dari lahan pertanian yang tingkat kesuburannya tinggal 2 persen saja. Karena sudah terlalu jenuh dengan sistem perairan yang terkena limbah dan juga pemakaian pupuk kimiawi dan insektisida.

Hal itu dikatakatan DR Joko Pramono Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng saat panen perdana padi organik di Jaten bersama Kadis Pertanian Karanganyar Siti Maisyaroch, Senin. Padi organik itu dikembangkan petani di Jaten, dan produknya dibeli Bumdes Jaten.

‘’Pengalihan petani agar menanam padi organik memang sudah waktunya. Selain itu pemerintah harus memperketat limbah industri yang dibuang ke sungai sehingga sedikit demi sedikit secara bertahap kesuburan tanah akan kembali.’’

Dikatakan, semakin banyak lahan yang beralih ke organik akan semakin baik untuk mempercepat tingka kesuburan tanah. Memang  awal-awal biaya produksi besar dan hasilnya sedikit. Namun jangka panjang penanaman organik akan makin turun biaya produksinya dan hasil produksi makin baik.

Imam Subkhan dan Sholihin dari gabungan kelompok tani Jaten Bermartabat, biaya untuk mengembangkan lahan sekitar 8.000 meter sawah saja habis sekitar Rp 48 juta, dan hasilnya hanya sekitar 6,4 ton/hektar dan kalau dijual hanya menghasilkan Rp 62 juta.

‘’Pertama memang besar. Namun kami yakin ketika kondisi tanah sudah berubah dalam empat lima kali penanaman, hasilnya akan besar dan biaya produksinya makin kecil. Sekarang saja hasilnya sudah hampir mengejar padi biasa yang diurus secara kimiawi dengan rata-rata 7,2 ton/hektar.’’

Kondisi air yang juga kotor karena limbah industri berpengaruh sehingga harus memperbaiki kualitas irigasi yang dialirkan ke sawah yang dikelola secara organik. Dengan pengendalian yang baik, air yang baik, maka secara perlahan kesuburan tanah akan kembali.

Kades Jaten Harga Satata mengatakan, secara bertahap dia akan menambah lahan pertanian organik dari tanah kas desa. Kalau sekarang baru sekitar 8.000 meter persegi, nanti akan ditambah seiring dengan perkembangan. Bumdes sebagai pengelola sudah sanggup membeli padi organik yang dihasilkan dan nanti masyarakat bisa membeli beras organik di outlet Bumdes.

Sudah waktunya petani disadarkan untuk bercocok tanam secara oerganik. Saat ini kata Maisyaroch ada sekitar 100 hektar tanah untuk pengembangan padi organik di Karanganyar. Dan secara bertahap harus dikembangkan dan ditambah.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan