pameran-umkm-kodim-sragen
TINJAU STAN : Dandim Sragen Letkol Inf. Anggoro Heri Pratikno didampingi Agung Purnomo pengusaha meninjau stan Kokedama di lokasi Lomba UMKM di Desa Doyong, Miri Sragen, Rabu (9/9/2020) . (newsreal.id/Anindito AN)

SRAGEN,newsreal.id – Kodim 0725 Sragen menyelenggarakan Komunikasi Sosial Kreatif melalui Lomba UMKM. Lomba UMKM diikuti perwakilan 20 kecamatan di Sragen, dipusatkan di Pergudangan milik Agung Purnomo, pengusaha kayu/mebel di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen.

Para peserta, mayoritas kalangan ibu rumahtangga dengan antusias mengikuti kegiatan itu.

Dandim 0725 Sragen Letkol Inf Aggoro Heri Pratikno mengatakan kodim memiliki program kerja untuk Komunikasi Sosial Kreatif dengan masyarakat yang diaplikasikan dalam bentuk Lomba UMKM.

“Kegiatan biasanya olahraga atau outbound, tapi karena ada pandemi Covid-19 maka Komunikasi Sosial Kreatif diarahkan menjadi Lomba UMKM,” tutur Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno ditemui di lokasi lomba di Desa Doyong, Miri, Sragen Rabu (9/9/2020).

Dikatakan kegiatan itu digelar hanya sehari dengan menerapkan protokol kesehatan, melibatkan TNI/Polri, Dinas Koperasi UKM, Diperindag, Dinkes, BPM PTSP, Dispora, serta masyarakat.

Agung Purnomo, pengusaha kayu/mebel didampingi Danramil Miri Kapten Inf Kamalita menuturkan, kegiatan Lomba UMKM yang menjadi program Komunikasi Sosial Kreatif Kodim itu amat menarik. Karena selain ada lomba, lanjut Agung panitia menyediakan tempat konsultasi BPOM untuk memproses sertifikasi produk makanan dan minuman, maupun informasi mencantumkan SNI, serta tata cara ekspor produk maupun cara mencari modal usaha.

“Cara mencari modal usaha ini menarik pengusaha mikro, karena mereka menganggap kendala utama usaha ada pada permodalan,” tutur Agung Purnomo. Sejumlah marketing perbankan, juga nampak hadir di acara itu.

Gerakkan Ekonomi

Dandim menambahkan, lomba UMKM hanya sebagai sarana untuk mewadahi para pelaku UMKM yang muaranya untuk menggerakkan perekonomian agar terhindar dari resesi selama Pandemi Covid-19. Dari 20 stan UMKM yang dilombakan diikuti perwakilan dari 20 kecamatan maupun binaan Koramil setempat.

Suratno, Kasi Agro dan Industri Disperindag salah satu juri mengatakan penilaian hasil lomba akan diumumkan dilokasi lomba. UMKM itu memamerkan produk kerajinan seperti tenun sarung goyor, batik tulis, makanan/cemilan.

Ada juga kerajinan Kokedama atau bola tanah yang ditutupi lumut produk ibu-ibu dari Desa Puro Kecamatan Karangmalang, sebagai media untuk tanaman Anggrek, Aglonema, Piloleman, Sirih maupun Kaktus yang dijual Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per buah. (Red)

Tinggalkan Pesan