aksi-tolak-kami
SEMANGAT: Peserta aksi dengan semangat mengajak masyarakat agar tak mudah terprovokasi. (suaramerdekasolo.com/Joko M)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Puluhan warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Boyolali (MPB), Jumat (11/9/2020) menggelar aksi damai menolak Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang telah dideklarasikan di beberapa tempat. Aksi di pinggir Alun- alun Kidul Boyolali tersebut mendapat pengawalan sejumlah polisi.

Selama aksi berlangsung. Mereka membentangkan sebuah spanduk yang berisi tentang tiga hal. Yaitu, Tolak KAMI di Boyolali, Tolak upaya provokasi terhadap masyarakat Boyolali dan Ajakan untuk bersama-sama Pemkab Boyolali memerangi Covid-19.

Mereka juga meneriakkan yel- yel jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh pihak- pihak tertentu. “Tolak KAMI di Boyolali, Jaga Persatuan dan Kesatuan. Masyarakat Boyolali Cinta Damai,” demikian teriak peserta aksi sembari mengepalkan tangan.

Aksi damai juga diwarnai dengan pembagian masker bagi para pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas di depan Alun- alun Kidul atau Jalan Merdeka Timur. Sembari membagikan masker, peserta aksi mengingatkan pengguna jalan untuk terus mematuhi protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah.

Menurut Koordinator Aksi, Agus Priyanto, pihaknya menyatakan menolak KAMI untuk berdiri di Boyolali. Menurut dia, MPB tidak sejalan dengan apa yang didengungkan KAMI. Jangan sampai KAMI nantinya dideklarasikan di Boyolali yang sudah kondusif.

“Boyolali tidak perlu ada KAMI karena hanya akan mempengaruhi suasana kondusif yang sudah terjaga selama ini,” katanya.

Pihaknya mengajak semua pihak untuk terus menjaga suasana kondusif. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih saja merebak hingga kini. “Energi yang ada akan lebih bermanfaat jika digunakan bersama- sama pemerintah untuk memerangi Covid-19 agar Covid-19 segera hilang dari bumi Indonesia.” (Joko M)

Editor : Budi Sarmun

4 KOMENTAR

  1. Setuju jangan Sampai Boyolali dan Eks Karesidenan Surakarta merapatkan Barisan menolak Kehadiran Deklarasi KAMI ygakan memecah Belah Kondusif di Surakarta dan Sekitarnya,Rakyat Jateng tetap selalu menjaga Kondosif dan selalu Percaya kepada Pemerintah sekarang.

Tinggalkan Pesan