wisata-gunung-arjuno
PANORAMA ARJUNO – Kafe sawah Desa Pujon Kidul yang sukses menjual Gunung Arjuno, Jawa Timur. (newsreal.id/jdh)

MALANG,sms.com – Pujon, beberapa tahun lalu hanya dikenal dengan susu yang diproduksi peternak setempat dan hasilnya disetorkan ke pabrik susu besar, dan sebagian diolah sendiri dan dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Kini tak hanya susu, Pujon sudah dikenal sebagai pengembangan desa wisata yang handal, mendunia, dikenal lewat media meanstream maupun media sosial yang baik. Ya, Pujon khususnya Desa Pujon Kidul sukses menjual panorama gunung Arjuno sehingga menjadi tempat wisata yang didatangi sedikitnya 2.000-3.000 wisatawan lokal.

‘’Anda akan melihat pengembangan desa yang dulu hanya dikenal susunya, kini menjadi desa lain yang menjual wisata alam panorama Gunung Arjuno,’’ kata Aniswati Aziz, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Malang.

Baca : Waduk Gajahmungkur Jadi Padang Rumput Luas, Ini Lokasinya

Walhasil, desa itu menjadi ramai. Sehingga lokasi desa itu menjadi sesak karena tamu. Dan jelas wisatawan itu butuh oleh-oleh, butuh makan, butuh menginap, butuh ojek karena dari jalan cukup jauh, dan lain sebagainya.

Sama dengan Ponggok, Klaten yang sukses dengan wisata air, sehingga ekonomi warga di situ bergerak, karena wisatawan butuh sembarang. Dan hasilnya Rp 14 miliar setiuap tahun masuk ke pundi-pundi warga dan juga Bumdes, sehingga desa itu bisa memasok pendapatan daerah Rp 4 miliar setahun ke daerah.

Sebetulnya tidak begitu istimewa tempat itu. Karena orang datang sekadar menyaksikan panorama Gunung Arjuno yang ada di selatan Malang. Dan jika dibuat background berfoto, akan menjadi pemandangan elok.

Baca : Polda Jateng Siap Amankan Pilkada, Kapolda Jateng : Seluruh Anggota Harus Sehat

Mulanya hanya itu. Namun seiring perkembangan zaman, maka di situ muncul kafe, muncul pasar kaget yang menjual aneka produk pertanian sebagai cirikhas Malang, dengan apel, jeruk, kembang, ketela, jagung, dan lainnya.

Tak hanya itu, warga memanfaatkan membuat kolam renang, menjajakan bakso Malang yang terkenal, menjajakan produk kerajinan Malang lainnya seperti kerajinan kulit, kaos, baju, dan lainnya. Tukang ojek pun laku mendapatkan Rp 5.000 tiap pengantaran ke lokasi wisata itu.

Jadilah seluruh ekonomi warga bergerak sehingga warga desa itu semua bisa kebagian rejeki dan akhirnya perlahan warga sejahtera karena terangkat oleh panorama gunung Arjuno itu. Kabupaten Malang gencar mempromosikan desa wisata itu untuk menjadi andalan baru.

Yanto, salah seorang pengojek menceritakan, jika kawasan itu dijual pada investor, mungkin akan menjadi makin baik, berkelas, dan terkenal. Namun keuntungan sebagian besar akan masuk dinikmati pengusaha.

‘’Karena itu kami memilih dikelola Bumdes, sehingga bergeraknya memang perlahan tapi semua dinikmati warga desa, semua memperoleh bagian. Ini yang kami kehendaki, desa wisata ini untuk seluruh warga bukan investor,’’ kata dia.

Baca : Mantan Narapidana Teroris Poso : Tragedi Pembunuhan 4 orang warga Sigi Direncanakan Kelompok MIT

Yanto benar, karena ketika dikelola desa, mau tidak mau investornya warga sendiri, mereka patungan membuat kafe sawah yang menjadi trade mark wisata desa itu, membuat lahan parkir, menyediakan sarana dan prasarana seadanya. Namun jelas merekalah yang untung.

Karanganyar bisa mencontoh. Karena tpologi desa yang ada hampir mirip dengan Malang. Tinggal promosinya yang mesti dikelola dengan baik. Dan tentu kemitraan dengan media adalah salah satu kunci menjadikan terkenal seperti desa wisata Pujon Kidul itu.(jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan