kasus-corona
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,sms.com – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Karanganyar Siti Maisyaroch dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab pekan lalu. Kini kantor dinas tersebut ditutup tiga hari untuk disemprpt disinfektan oleh petugas Dinkes dan BPBD.

‘’Hasil swab Bu Kdis diserahkan Minggu dan langsung istirahat dan karantina pribadi di rumah. Sedangkan kantor disterilisasi dan ditutup dalam tiga hari ini. Semua karyawan instansi tersebut juga wajib menjalani tes swab dalam tiga hari ini,’’ kata Sri Ambarwati, Kabid Perikanan dinas tersebut, Senin (7/12/2020).

Baca : Jumlah Covid-19 Meningkat, IKAPPI : Jateng dan DKI Tertinggi Kasus Positif di Pasar

Dikatakannya, belum diketahui dari mana Siti Maisyaroch tertular virus yang cukup ganas tersebut, namun seluruh keluarganya kini juga diswab dan menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mengantisipasi jangan sampai menular.

Untuk tahap pertama para kabid akan diswab karena sebelumnya mereka mengadakan rapat dengan kadis di sebuah ruangan. Setelah itu para kasi yang dites swab dan selanjutnya seluruh karyawan yang ada di instansi tersebut.

Kasus covid di Karanganyar memang terus bertambah. Saat ini jumlahnya terus meningkat, menjadi 471 orang.  Di antaranya 168 menjalani perawatan intensif di rumah sakit Moewardi, RSUD Karanganyar dan rumah sakit lain.

Baca : Heboh ! Puluhan Kucing Mati Mendadak, Diduga Berkaitan Wabah Corona

Karena jumlahnya yang terus bertambah dan ruangan isolasi sudah penuh di seluruh rumah sakit, kini Bupati Karanganyar Juliyatmono menyiapkan dua hotel di Tawangmangu untuk mengisolasi korban, terutama korban baru yang tidak mendapatkan ruang isolasi.

‘’Terutama yang OTG (Orang Tanpa Gejala) yang kontak erat dengan penderita covid yang positif sehingga tertular. Sekarang ini Dinkes sedang mendata orang yang memang harus dikarantina di sana. Sebab ada OTG yang harus menjalani karantina tapi untuk karantina mandiri rumahnya tidak layak untuk karantina. Ini malah berbahaya sehingga kita karantina di hotel tersebut,’’ kata dia.

Karantina mandiri memang banyak dipilih penderita karena secara psikologis lebih baik dari pada di rumah sakit yang kini sudah penuh dan situasinya lebih mengesankan sakit. Namun itu harus dipertimbangkan jika isolasi mandiri ternyata tidak layak sehingga kita carikan hotel.

Baca : RSUD Karanganyar Buka Lowongan Pekerjaan, Permohonan Kartu Prakerja Membludak

Dari mana biayanya? Juliyatmono mengatakan biayanya dari pemerintah pusat, dari BNPB. Karena itu pihaknya berani membuat karantina di sana dan semua biaya ditanggung pemerintah untuk memutus rantai covid.

Apakah Karanganyar tidak melakukan lockdown sebagaimana Solo dan Sragen yang tidak memperbolehkan warga mudik? Bupati mengatakan Karanganyar tidak lockdown dan menyilahkan warga datang untuk piknik atau pulang mengisi liburan. Tetapi harus jaga diri dengan tiga M mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak dengan siapapun.(jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan