koni-sragen
RAT KONI- Pengurus dan Perwakilan Cabang Olahraga (Cabor) KONI Sragen, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI di GOR Mini SMK 2 Jl. Dr Sutomo, Sragen.(newsreal.id/Anindito)

SRAGEN,newsreal.id – Dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sragen yang semula dianggarkan Rp 1,5 miliar Tahun 2020 lalu, untuk Tahun 2021 akan dipangkas. Dana hibah Rp 1,5 miliar akan dipangkas menjadi hanya Rp 900 juta. Sehingga KONI Sragen akan kehilangan 40 persen dana untuk pembinaan prestasi atlet dan pembinaan atlet Program Sukowati Emas (Prosukma) untuk Porprov 2022 di Pati, Jateng.

”Sudah ada kabar kalau dana hibah untuk KONI tahun depan turun dari Rp 1,5 miliar menjadi Rp 900 juta saja,” tutur Ketua KONI Sragen Subono, ditemui disela RAT Selasa (29/12/2020) siang.

Rapat dipimpin Poedharwanto dengan Tema ”Bangkit Meraih Prestasi Pada Porprov Jawa Tengah XVI Tahun 2022” dihadiri pengurus lengkap dan perwakilan Cabang Olahraga. Karena situasi masih Pandemi Covid-19, Rapat Anggota Tahunan KONI dipercepat, dimulai Pukul 09.30 dan selesai Pukul 11.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengaturan jarak.

Hampir Pingsan

Sebelum mendapat kabar adanya pemotongan dana hibah KONI, Subono bahkan sudah mendapat pemberitahuan dari Kepala Dispora Yusef Wahyudi bahwa dana yang dianggarkan untuk hibah KONI Sragen tercatat hanya Rp 100 juta. Yusef Wahyudi saat dihubungi Subono membenarkan kalau dana yang tertera di mata anggaran Dispora untuk hibah KONI hanya Rp 100 juta. Subono mengaku awalnya sempat terkaget-kaget.

”Malah saya hampir pingsan rasanya,” tuturnya.

Mantan Kasek SMK 2 Sragen itu kemudian melakukan klarifikasi ke Sekda Tatag Prabawanto dan ke Bappeda Sragen Zubaidi. Hasil klarifikasi itu diperoleh penjelasan kalau dana hibah KONI ternyata bukan Rp 100 juta setahun, melainkan Rp 900 juta per tahun. Ada kekeliruan angka. Meski akan menerima dana hibah Rp 900 juta, namun dana itu pun masih jauh dibanding dana hibah tahun anggaran 2020.

Dana itu dipangkas, karena untuk membantu penanganan Covid-19. Karena dana yang diterima termasuk kecil, lanjut Subono maka pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran secara ketat serta tidak melakukan pembelian sarana dan prasarana olahraga.(Anin)

Tinggalkan Pesan