Beranda PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI UNS Lepas 1.444 Mahasiswa Peserta KKN

UNS Lepas 1.444 Mahasiswa Peserta KKN

0
UNS Lepas 1.444 Mahasiswa Peserta KKN
PELEPASAN: Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho melepas mahasiswa peserta KKN 2021 secara simbolis di Rektorat UNS. Pelepasan dilakukan secara daring. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO suaramerdekasolo.com – Sebanyak 1.444 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN)  periode Januari-Februari 2021 dilepas Rektor Prof Dr Jamal Wiwoho di Rektorat kampus setempat dan diikuti peserta lainnya secara daring. 

Pelepasan peserta KKN 2021 tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi melalui aplikasi zoom meeting. Dalam sambutannya, 

Wamen mengemukakan jika kemajuan Indonesia dimulai dari pedesaan. Karena itu sngat tepat jika inovasi dan pengabdian mahasiswa adalah sumber energi perubahan bagi desa,  nyala api pembangunan desa.Arti penting KKN adalah komitmen strategi dari mulai komunikasi efektif hingga pelaksanaan program agar bisa diterima masyarakat desa. 

Sebab adaptasi budaya dan kearifan lokal menjadi titik tumpu utama untuk proses kemajuan desa. Wamen mengemukakan,  pemerintah terus mendorong terbentuknya desa digital dan desa wisata. Karena itu menurutnya penting bagi mahasiswa dlam mengabdikan dirinya selama KKN  untuk mendukung perkembangan bumdes yang akan menjadi sumber pemasukan bagi desa. Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Prof Jamal Wiwoho mengemukakan jika ekspektasi masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa KKN di tengah tengah mereka tak lepas dari keberhasilan mahasiswa KKN untuk menjadi solusi. 

“Saya berharap mahasiswa sebagai ilmuwan muda bukan datang ke tengah masyarakat untuk melakukan propaganda tentang ilmu pengetahuan yang dipelajari tapi untuk menemukan potensi di tempat mereka mengabdikan diri, ” katanya. 

Sementara itu Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)  UNS Prof Dr Okyd Parama Astirin mengemukakan,  sebanyak 1.444 mahasiswa tersebut akan mengikuti KKN selama 33 hari atau setara dengan dua SKS. Dalam kegiatan tersebut, lanjut Prof Okyd,  melibatkan 70 dosen pengawas lapangan. Mahasiswa peserta KKN kali ini disebar di 17 Provinsi. Sebanyak 1.410 mahasisea mengikuti KKN di 106 kabupaten yang berada di Pulau Jawa dan 34 orang lainnya di luar Jawa. 

Adapun untuk program kerja KKN tematik integratif kali ini, Prof Okyd mengemukakanjik hal itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masing masing desa.

  Adapun pwlaksanaan KKN di lapangan bisa dilaksanakan secara daring dan luring. Mahasiswa juga wajib menjaga protokol kesehatan agar pelaksanaan berjalan lancar,  aman,  selamat dan tetap sehat.  Untuk pelaksanaan program kerja,  mahasiswa diberikan dana pelaksanaan sebesar Rp 850 ribu/mahasiswa. (Evie K)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan