Beranda BERITA DAERAH KARANGANYAR Hajatan Tak Patuhi Aturan Langsung Dibubarkan Tim PPKM Karanganyar

Hajatan Tak Patuhi Aturan Langsung Dibubarkan Tim PPKM Karanganyar

0
Hajatan Tak Patuhi Aturan Langsung Dibubarkan Tim PPKM Karanganyar
DIBUBARKAN : Tim Penegak PPKM Karanganyar membubarkan hajatan yang digelar salah satu warga di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, karena tidak sesuai aturan hajatan di masa PPKM, Rabu (13/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Tim Penegak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Karanganyar membubarkan hajatan akikah, yang digelar salah satu warga di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Rabu (13/1/2021).

Dipimpin Ketua Tim Penegak PPKM Yopi Eko Jati Wibowo, tim datang saat hajatan sedang berlangsung, di mana para tamu undangan duduk di kursi yang disediakan. Di situ terdapat pula kelompok hiburan, yang akan menghibur tamu undangan.

Baca : Kasus Penembakan Bos Tekstil Makin Memanas

Begitu tiba di lokasi, setelah kulonuwun dengan pemilik hajatan, Ketua Tim menyampaikan bahwa kedatangannya untuk menertibkan acara yang digelar tidak sesuai ketentuan.

“Instruksi dari Bupati, selama PPKM, hajatan boleh digelar tanpa menyediakan kursi untuk tamu, juga tanpa hiburan. Mohon maaf untuk keluarga yang punya hajat, acara ini kami hentikan,” katanya, dengan Bahasa Jawa kromo inggil.

Baca : Beredar Akun Facebook Bupati Klaten Palsu

Yopi juga menyampaikan permintaan maaf, jika acara terpaksa dihentikan. “Sebab, ada penambahan 200 kasus positif Covid-19 dari klaster hajatan, Jadi ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa, tapi untuk semua warga,” ujarnya.

Setelah itu, tamu berangsur meninggalkan lokasi hajatan. Sementara meja dan kursi yang disediakan oleh tuan rumah, diberesi oleh personel Tim Penegak PPKM.

Yopi menyampaikan, sosialisasi sudah disampaikan pada warga yang sudah punya rekomendasi untuk menggelar hajatan, bahwa selama PPKM, Bupati memberi toleransi bahwa hajatan bisa dilaksanakan tanpa ada meja dan kursi untuk tamu, juga tanpa hiburan.

“Jika di lapangan ditemukan pelanggaran, ya kami bubarkan. JIka acara akan dilanjutkan, kami sarankan untuk tidak memakai meja dan kursi untuk tamu. Hidangan dibawa pulang, tidak model piring terbang,” katanya.
Tim Penegak PPKM bersikap tegas, karena ada penambahan yang signifikan kasus positif Covid-19 dari klaster hajatan.  (irfan Salafudin)

Baca : Perajin Tahu Kartasura Berhenti Produksi, Harga Kedelai Melejit

Editor : Budi Sarmu

Tinggalkan Pesan