pengungsi-merapi
SENAM: Petugas mengajak anak- anak di TPPS Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali senam bersama. (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id – Seiring peningkatan aktivitas Gunung Merapi, sebanyak 241 warga memilih bertahan di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng. Mereka was- was jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi.

Untuk mendukung kesehatan pengungsi, pos kesehatan yang berada tidak jauh dari mushola, juga masih buka. Petugas rutin melayani pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan. Demikian pula  dapur umum masih beroperasi yang dilayani para relawan. 

“Pengungsi di TPPS Tlogolele diantaranya kelompok rentan. Terdiri dari 28 lansia, 56 balita,  4 orang difabel, dan 2 ibu hamil,” kata Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Selo, Mujianto, Minggu (17/1/2021).

Baca : Kakak Beradik Asal Sragen Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air

Selain kelompok rentan, ada sebanyak 47 anak serta 104 orang dewasa yang tinggal di TPPS Tlogolele. Mereka merasa lebih aman tinggal di TPPS dibanding dirumahnya yang akhir-akhir ini sering mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi.

Seperti pengakuan Siti (35) pengungsi asal Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele. “Kalau malam terjadi guguran, terdengar suara gemuruh sangat keras. Kami sangat takut sehingga memilih berada di TPPS,” ujarnya.

Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra menambahkan warga Tlogolele yang berada di wilayah teratas, terus dihimbau untuk waspada dengan aktivitas Gunung Merapi. Warga juga diminta untuk mengungsi di TPPS.

“Bahkan jumlah pengungsi di TPPS meningkat dibanding akhir tahun 2020 lalu. Mereka didominasi warga Dukuh Stabelan, Takeran, Belang dan Gumukrejo.” 

Dia menyebut  pada akhir tahun 2020, jumlah pengungsi di lokasi tersebut kurang dari 200 jiwa. Namun, setelah erupsi pada awal 2021 ini, banyak warga yang kemudian datang ke TPPS Desa Tlogolele.

“Kemungkinan mereka merasa tidak nyaman di lokasi tempat tinggalnya. Semoga saja aktivitas Merapi segera menurun agar warga bisa beraktivitas seperti biasa.”

Baca : PR untuk Kapolri Menggunung

Namun demikian, diakui bahwa erupsi di Gunung Merapi, belum berdampak signifikan di Desa Tlogolele. Warga tetap masih melakukan aktivitas seperti biasa saat siang hari. Hujan abu juga tidak sampai Tlogolele. (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan