Pemberlakuan-Pembatasan-Kegiatan-Masyarakat-Karanganyar
PATROLI : Tim Penegak PPKM Karanganyar menyosialisasikan aturan PPKM dan menegur pelaku usaha yang belum memenuhi ketentuan, saat patroli berlangsung. (newsreal.id/dok)

KARANGANYAR, newsreal.id – Tim Penegak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Karanganyar mencatat sejumlah pelanggaran, yang dilakukan masyarakat selama sepekan pelaksanaan PPKM pada masa pandemi Covid-19.

Enam pedagang kaki lima (PKL) ditegur karena operasional tempat usahanya melebihi ketentuan, yakni tidak boleh buka melebihi pukul 19.00 WIB. Satu hajatan di wilayah Karangpandan dihentikan, karena tamu duduk berkerumun di kursi yang disiapkan tuan rumah.

Padahal selama PPKM, konsep hajatan yang diperbolehkan adalah banyu mili, di mana tamu datang hanya bersalaman dengan tuan rumah dan hidangan dibawa pulang, karena pemilik hajat tidak diperbolehkan menyediakan kursi untuk tamu.

Baca : Kasus Penembakan Bos Tekstil Makin Memanas

Selain itu, 58 orang terjaring Operasi Yustisi, karena tidak mengenakan masker. Dari jumlah itu, 22 orang membayar denda Rp 20 ribu karena kelalaiannya, sementara 36 orang memilih sanksi sosial.

Ketua Tim Penegak PPKM Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan, dari evaluasi selama sepekan PPKM  berlangsung, sebagian besar masyarakat sudah taat aturan.

“Pelaku usaha juga sebagian besar sudah mematuhi ketentuan. Namun masih ada satu dua pedagang yang tidak mengindahkan aturan. Ya kami tegur, membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi dan bersedia mengikuti aturan yang berlaku selama PPKM,” katanya, Senin (18/1/2021).

Tim Penegak PPKM juga menerima laporan, di pasar tradisional masih banyak pedagang dan pembeli yang abai dengan pemakaian masker. “Kami koordinasikan dengan instansi terkait, agar ditertibkan. Termasuk warung di area-area kecamatan yang masih buka hingga malam, kami koordinasikan dengan wilayah agar menegur,” jelasnya.

Baca : Beredar Akun Facebook Bupati Klaten Palsu

Dia berharap, selama sepekan ke depan, situasi lebih kondusif di mana masyarakat lebih taat terhadap aturan PPKM.

“Termasuk yang menggelar hajatan, juga kami tegaskan untuk taat aturan. Agar tidak sampai dibubarkan. Informasi terakhir, di Kebakkramat ada yang gelar hajatan dan meminta untuk menata kursi pada saat pelaksanaan ijab kabul. Kami perbolehkan, namun setelah ijab selesai, harus dibereskan dan saat resepsi berlangsung, tidak ada lagi kursi untuk tamu. Banyu mili,” tandasnya.

Yopi mengatakan, Tim Penegak PPKM secara intensif berpatroli untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Baca : Polda Jateng Gelar Operasi Yustisi dan Operasi Aman Nusa

“Yang jelas, pendekatan kami persuasif. JIka ada pelanggaran, ya ditegur, tanpa kekerasan. Menggugah kesadaran masyarakat lewat cara yang santun,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Tinggalkan Pesan