Santunan-Dispermasdes-Boyolali
SIMBOLIS: Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli waris perdes yang meninggal. (newsreal.id/Joko Murdowo)

*Diterima Ahli Waris

BOYOLALI,newsreal.id – Seluruh kepala desa (kades) dan perangkat desa (perdes) se-Boyolali sudah masuk dalam BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu diharapkan menjadi pemacu semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, mereka bisa tenang karena sudah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, Jumat (29/1/2021).

Ditemui wartawan disela- sela penyerahan santunan kepada ahli waris tiga perangkat desa yang meninggal, Purwanto menjelaskan, premi yang dibayarkan dianggarkan dari dari APBDes masing- masing desa.

“Utamanya untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Namun ada pula yang ikut program lainnya seperti tunjangan pensiun dan tunjangan hari tua.”

Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan Boyolali membayarkan santuan kematian bagi tiga perangkat desa yang diterima oleh ahli warisnya. Yaitu, Sutarno Perdes Jeron, Kecamatan Nogosari; Sihmin Perdes Kragilan, Kecamatan Mojosongo dan Suwarno Perdes Winong, Boyolali Kota.

Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Boyolali, Ariya Dwi Rendra mengungkapkan, hingga kini, seluruh kades dan perdes sebanyak 2.380 orang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan.

“Bahkan, pembayaran premi juga berjalan lancar.”

Terkait pembayaran santunan selama tahun 2020, pihaknya sudah membayar total Rp 36, 1 miliar untuk tunjangan hari tua. Kemudian kecelakaan kerja sebanyak Rp 478,19 juta bagi 117 peserta dan santunan kematian Rp 2,3 miliar untuk 61 peserta. “Sedangkan pensiun sebesar Rp 413 juta.”

Pihaknya mengakui terus mendorong masyarakat ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, program BPJS Ketenagakerjaan tak hanya menyasar para karyawan perusahaan. Karyawan UMKM maupun pemilik usaha mandiri pun bisa ikut program tersebut. (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan