Mutilasi Kucing Tayo di Medan Undang Reaksi di Solo

mutilasi-kucing-tayo
KUCING TAYO- Aksi diam sebagai bentuk solidaritas dalam kasus mutilasi Kucing Tayo yang digelar Kumunitas Rumah Difabel Meong di Perempatan Ngarsopuro, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (1/2/2021). (newsreal.id/dokumentasi)

SOLO, newsreal.id– Komunitas Rumah Difabel Meong menggelar aksi diam di Perempatan Ngarsopuro, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (1/2/2021). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dalam kasus penyembelihan dan mutilasi kucing Tayo milik Sonya di Medan.

Aksi peduli kucing yang berlangsung pada Senin siang sekitar jam 12.30 hingga pukul 13.00 WIB itu, diikuti tujuh orang, termasuk Founder Komunitas Rumah Difabel Meong, Ning Hening Yulia dan beberapa anggota lain.

Sabila selaku Koordinator lapangan (Korlap) solidaritas mengatakan, aksi diam bertujuan untuk memberikan dukungan moral serta bermaksud mengawal agar kasus mutilasi Kucing Tayo diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

“Walaupun tidak bisa datang ke Medan, sebisa mungkin kami melakukan suatu hal di kota masing-masing sebagai bentuk sayang kami kepada kucing-kucing,” terangnya.

Perlu diketahui aksi komunitas Rumah Difabel Meong tersebut digandeng oleh komunitas Cat Rescue se-Nusantara. Komunitas peduli kucing itu menggelar aksi maraton di 5 kota besar diantaranya, Solo, Surabaya, Malang, Tegal dan yang terakhir di Kota Tangerang.

Selain aksi maraton tersebut, komunitas cat resque juga membuat seruan untuk usut tuntas kasus penyembelihan kucing tayo di media sosial dan telah mendapatkan 7.000 seruan.

“Natinya seruan ini juga akan dikirimkan ke Medan sebagai penguat untuk pengusutan tuntas kasus ini,” jelas Sabila saat ditemui usai aksi diam. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan