biaya-perawatan-pasien-corona
MEMBERI EDUKASI : Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan edukasi kepada rombongan ibu-ibu yang naik kendaraan bak terbuka di Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jumat (22/1/2021). (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,newsreal.id – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, biaya pengobatan pasien penderita virus corona (Covid-19) rata-rata tidak sampai Rp 200 juta per orang. Hal itu dia utarakan menanggapi video yang viral baru-baru ini.

Video tersebut memperlihatkan tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatisrono menghentikan rombongan ibu-ibu naik pikap di Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono. Seorang petugas dengan alat pelindung diri (APD) memperingatkan rombongan, bahwa biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk pasien Covid-19 bisa mencapai Rp 200 juta per orang.

Bupati menerangkan, obat yang diberikan kepada pasien Covid-19 pada umumnya hanya berupa suplemen, vitamin, dan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Tidak ada obat khusus untuk Covid-19. Biayanya rata-rata tidak sampai puluhan juta per orang,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Meski demikian, Bupati sepakat dengan cara petugas tersebut dalam memperingatkan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Kalau kita lihat konteksnya, petugas itu ingin menakut-nakuti warga yang tidak patuh protokol kesehatan. Itu adalah seni di lapangan agar lahir kedisiplinan,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan peringatan pemerintah dan protokol kesehatan. Bagi para petugas di lapangan, perilaku abai oknum warga tersebut cukup memantik emosi saat memberikan sosialisasi atau edukasi. “Kalau perlu, saya mau undang petugasnya untuk dikasih reward,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, rombongan ibu-ibu yang menumpang sebuah mobil bak terbuka dihentikan tim gabungan Satgas Covid-19 Kecamatan Jatisrono, Jumat (22/1). Rombongan asal Kecamatan Jatipurno tersebut dihentikan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono seusai menghadiri hajatan di wilayah Kecamatan Jatiroto. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya tersebar luas melalui media sosial. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan