PORTAL DIBUKA - Pintu perlintasan KA tanpa penjaga di Dukuh Siboto RT 011, Desa Kalimacan, Kalijambe yang pernah ditutup dengan portal rel KA yang di las 15 Desember 2020 lalu, Kamis (18/2/2021) Pukul 09.30 WIB dibuka kembali. Ratusan warga ikut membantu menyingkirkan portal.(newsreal.id/Anindito AN)

SRAGEN,newsreal.id – Pintu perlintasan kereta api (KA) di Dukuh Siboto RT 011, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen yang ditutup portal sejak 15 Desember 2020, akhirnya Kamis (18/2/2021) Pukul 09.30 WIB dibuka kembali. Pembukaan dilakukan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati disambut tangis haru dan tepuk tangan warga Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

”Saya mau membuka portal pintu perlintasan KA, tapi ada syaratnya harus dijaga 24 jam. Kalau sampai terjadi kecelakaan lagi, saya sendiri yang akan menutup perlintasan itu,” ujar Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen itu. Saat memulai pembukaan portal yang menghalangi perlintasan jalan KA itu, Yuni didampingingi Wabup Dedy Endriyatno dan Sekda Tatag Prabawanto.
Wabup Dedy Endriyatno mengawali dengan menyulut ujung alat las pemotong rel KA bekas untuk penghalang (portal) di jalur itu.

Warga bersorak-sorai dan beberapakali mengucapkan terimakasih, karena portal penutup jalur itu berhasil dibuka. Sejumlah petugas Satpol Pamong Praja dengan sigap membuka palang pintu itu. Aset rel yang dipakai sebagai portal itu kemudian dikembalikan ke Daops VI Yogyakarta.

Tidak Diijinkan

Pintu perlintasan itu sebelumnya ditutup Daops VI Yogyakarta atas sepengetahuan Polres Sragen, setelah terjadinya musibah mobil patroli Polsek Kalijambe Stada Backbond disambar KA Brantas saat lewat di perlintasan tanpa penjaga, Minggu (13/12/2021) Pukul 23.00. Musibah itu mengakibatkan penumpang mobil Aipda Samsul Hadi (57), Bripka Slamet Mulyono (45) anggota Polsek Kalijambe dan Pelda Aka Budi M (50) anggota Koramil Kalijambe, meninggal dunia.

Setelah pihak Daops VI dan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi berapat, akhirnya Daops VI memutuskan menutup pintu perlintasan tanpa penjaga pintu itu dengan cara membuat portal penghalang dari rel KA bekas yang di las. Sehingga di lokasi itu tidak bisa lagi dilalui kendaraan bermotor. Pertimbangan Daops VI dan Polres Sragen adalah keselamatan rakyat yang paling utama.

Bupati Yuni menuturkan, pembukaan portal itu setelah ada permintaan dan desakan warga Desa Kalimacan. Karena jalan itu merupakan jalur utama warga dan pelajar Kalijambe menuju arah arah Kecamatan Kalijambe dan Gemolong atau sebaliknya. Saat jalan ditutup, lanjut Yuni warga harus mengambil jalan memutar.

Selama proses pembukaan kembali penutup pintu perlintasan, tidak nampak petugas berseragam dari Polsek Kalijambe maupun petugas Daops VI Yogyakarta.
Yuni minta agar masyarakat konsisten menjaga 24 pintu perlintasan itu dibiayai dari dana desa serta tokoh masyarakat.

Yuni mengakui pembukaan portal itu tidak diijinkan (Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Daops VI) secara resmi. Tapi karena ini jalan vital dan masyarakat kesulitan, maka Yuni memutuskan bisa membuka pintu dengan catatan dijaga 24 jam.(Anindito)

Tinggalkan Pesan