pantai-klotok-wonogiri
TEBING PANTAI : Tebing-tebing pantai menghiasi Pantai Klotok di Desa/Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,newsreal.id – Kestabilan tebing-tebing pantai di wilayah Paranggupito, Kabupaten Wonogiri harus dijaga. Tebing itu perlu dijaga agar dapat menjadi benteng jika terjadi tsunami.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Kabupaten Wonogiri diuntungkan dengan keberadaan tebing-tebing pantai yang ketinggiannya mencapai lebih dari enam meter. Dengan demikian, gelombang tsunami akan terhalang oleh tebing.

Namun, tebing-tebing tersebut belum tentu mampu menahan jika terjadi gempa dengan kekuatan lebih dari 8,7 magnitudo.

“Kita perlu berupaya menjaga kestabilan tebing dengan meningkatkan kegiatan mitigasi,” katanya saat mengunjungi Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini.

Oleh karena itu, pihaknya mengunjungi pantai di wilayah Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri untuk melihat risiko dari bencana yang berpotensi terjadi. Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga mengunjungi sejumlah pantai di Kabupaten Pacitan (Jatim) dan Gunung Kidul (DIY).

Pantai di tiga kabupaten tersebut menurutnya unik karena berada di kawasan karst. Potensi bencana di wilayah tersebut jarang terekspose.

Dia mengingatkan, gempa bumi dengan kekuatan 8,7 magnitudo pernah terjadi Samudera Hindia, dua abad yang lalu, atau tepatnya tahun 1840 silam. Berdasarkan kejadian sebelumnya, gempa besar biasanya diawali dengan adanya gempa-gempa kecil.

Beberapa tahun belakangan ini pihaknya mencatat peningkatan aktivitas kegempaan di Laut Selatan. Rata-rata gempa terjadi dengan kekuatan lima magnitudo.

“Sekarang sudah 200 tahun (sejak gempa besar tersebut terjadi). Semoga tidak terhadi lagi. Tapi jika terjadi, kami ingin tahu seberapa siap wilayah di kawasan karst ini mampu melakukan mitigasi,” terangnya. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan