kakak-aniaya-adik-solo

*Dipicu Kabar Tak Jelas

SOLO, newsreal.id– Kasus kekerasan terhadap adik yang dilakukan kakak kandungnya sendiri terjadi di Kota Solo.

Meski kasus tersebut berada di rumah, namun adik melaporkan kakaknya ke Polresta Surakarta.

Sang adik yakni Jesica Wardhana (34) semula dikira mengabarkan usaha kakaknya berinisial RW (38) bangkrut.

Jesica didampingi kuasa hukumnya mengatakan, peristiwa penganiayaan bemula saat RW merasa tidak senang kalau usahanya diisukan bangkrut.

“Kakak saya menuduh saya yang menyebarkan informasi tersebut. Padahal saya tidak mengetahui usaha apa yang dikelola kakak saya. Untuk membuktikan tuduhan tersebut, saya minta dipertemukan siapa yang mengatakan kalau saya yang menyebarkan isu itu, akan tetapi kakak saya menolaknya, bahkan melampiaskan kemarahan kepada saya,” papar perempuan yang tinggal di Jagalan, Jebres itu, di Che’e Resto, Senin (1/3/2021).

Ditambahkan Jesica, kejadian tersebut berlangsung ketika ada ibunya sedang santap siang dirumah. “RW yang emosi langsung melemparkan perlengkapan makan kearah saya. Saat itu ada ibu saya, istri dia sama pembantu. Kemudian dia mau melempar kaca meja makan kearah saya. Tapi dapat dicegah ibu saya,” urainya.

Lebih lanjut Jesica mengemukakan, perlakuan kasar tersebut tidak hanya terjadi sekali dua kali, bahkan terjadi berkali-kali. Bahkan saat Jesica masih duduk dibangku SD, kakaknya memiliki sifat yang temperamen, dan sering terpengaruh minuman keras.

Niat Jessica melaporkan kasus ini tujuannya untuk memberikan efek jera kepada kakaknya. “Saya cuma ingin dia kapok, dan sadar kalau tindakannya itu salah,” pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Jesica, Azizar Wardono SH menjelaskan kasus ini sudah masuk dalam tahap persidangan di pengadilan. Adapun pada hari Selasa (2/3/2021) besok, ada agenda sidang yakni pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sebelum proses hukum berlangsung di pengadilan, sudah ada upaya mediasi, baik di kepolisian maupun di pengadilan. Namun usaha itu gagal karena tidak ada titik temu untuk penyelesaian di luar persidangan,” kata Azizar. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan