Rp 6 Miliar Untuk Atasi Kekeringan Wonogiri

kekeringan-wonogiri
MENGAMBIL AIR : Seorag warga Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri mengambil air dari telaga Waru desa setempat, beberapa waktu lalu. (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI- Pemkab Wonogiri tahun ini akan kembali menggenjot upaya penanganan kekeringan dengan menyedot sumber air dan membangun instalasi-instalasi air bersih. Total anggaran yang dialokasikan untuk pengentasan kekeringan itu mencapai lebih dari Rp 6 miliar.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, pihaknya ingin meminimalisasi angka kemiskinan melalui kebijakan pemenuhan air bersih. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. “Kami ingin meminimalisasi angka kemiskinan dengan kebijakan pemenuhan air bersih dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” katanya usai mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD Wonogiri, Senin (8/3).

Dia mengungkapkan, kebijakan pemenuhan air bersih itu sempat tertunda pada 2020 lalu karena pandemi virus corona (Covid-19). “Kami akan melanjutkan (kebijakan pemenuhan air bersih) di tahun ini, meskipun cakupan pelayanan air bersih sudah mencapai 90%,” terangnya.

Adapun dana yang dialokasikan untuk kebijakan pemenuhan air bersih tahun ini mencapai lebih dari Rp 6 miliar dari Dana Insentif Daerah (DID) dan APBD Wonogiri.

Dana tersebut akan digunakan untuk memaksimalkan pengangkatan dan pendistribusian sumber air. Dengan cara itu, persoalan kekeringan di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri bisa diselesaikan secara permanen. “Misalnya sumber air Banyutowo akan diselesaikan tahun ini. Ini solusi berbasis instalasi, bukan berbasis tangki,” ujarnya.

Hidran umum juga akan dibangun di Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito. Suplainya berasal dari sumber air Waru (Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito).

Adapun program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) akan diarahkan ke wilayah selatan dan tenggara yang rawan kekeringan. “Kami akan memetakan potensi air. Kalau bisa dibor ya dibor, atau kalau ada cekungan air tanah nanti dibangun instalasinya,” terangnya.

Di sisi lain, sebagian persoalan kekeringan di wilayah selatan dan tenggara Wonogiri juga akan diatasi melalui waduk Pidekso. Waduk yang sedang dibangun di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo itu dirancang mampu memasok air baku sebesar 300 liter per detik. “Daerah itu ke depan akan banyak industri. Ketersediaan air menjadi sangat vital,” imbuhnya. (

Tinggalkan Pesan