umkm-kodim-wonogiri
PRODUK UMKM : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Danrem 074/Warastratama Kol Inf Deddy Suryadi dan Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi menjajal produk UMKM kursi berbahan drum bekas asal Wonogiri pada pameran UMKM di Markas Korem 074/Warastratama Surakarta, Senin (12/4/2021). (newsreal.id/Khalid Yogi)

SOLO,newsreal.id – Seluruh Kodim dan jajarannya diminta ikut meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam rangka membantu percepatan perekonomian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Oleh karena itu, pameran UMKM digelar di Korem 074/Warastratama, Senin (12/4/2021).

Kegiatan itu dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Danrem 074/Warastratama Kol Inf Deddy Suryadi dan ketua Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Daerah IV/Diponegoro Novi Rudianto. Berbagai produk UMKM dari Kodim dan jajarannya dipamerkan dalam ajang tersebut.

Pangdam menyatakan siap mendukung program pemerintah mewujudkan kondusifitas wilayah dan membantu perkembangan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Seluruh pihak tidak boleh menyerah karena pandemi. Melainkan harus penuh kreatifitas agar pembangunan berjalan lancar dan keamanan dalam rangka penanganan Covid-19 bisa berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Pangdam melihat stand-stand yang memamerkan produk UMKM. Salah satunya singgah di stand UMKM Kodim 0728/Wonogiri dan menjajal kursi yang terbuat dari drum bekas. Pangdam memberi apresiasi terhadap kreatifitas dari produk-produk yang dipamerkan tersebut.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi mengatakan, pihaknya menampilkan beberapa kreasi. Antara lain kain batik cipratan khas Wonogiri, tas anyaman dari tali plastik, pot dari sabut kelapa, peyek mete, sambal pecel mete, bolu thiwul, anyaman bambu, dan sebagainya.

Salah satu produk yang berkesan adalah batik cipratan karena cara membuatnya berbeda dengan batik tradisional umumnya. Yakni dengan mencipratkan malam untuk membentuk pola batik.

Ada juga kursi yang memanfaatkan drum bekas. “Drum bekas biasanya hanya jadi tempat sampah, bisa jadi kursi yang bagus. Bisa memanfaatkan limbah,” katanya.

Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri Pramudyo Wardani menambahkan, mete yang biasanya hanya digoreng, ternyata bisa diolah menjadi peyek mete dan sambal pecel mete. “Rasanya lebih gurih dan enak. Saya sudah mencoba,” katanya.

Produk olahan mete dari Dusun kopen RT 5 RW 1 Desa Sambirejo, Kecamatan Jatisrono, itu dapat menjadi produk unggulan Wonogiri. Harga keripik mete Rp 20.000 sedangkan sambel pecel mete Rp 25.000 per bungkus.

“Kerajinan tas dari anyaman tali plastik juga sedang trend. Bisa dikreasikan berbagai macam, seperti pot, tas belanjaan, tas mukena dan sebagainya,” katanya. (Red)

Tinggalkan Pesan