SOLO,newsreal.id – Polresta Surakarta meningkatkan pengamanan di bulan Suci Ramadan dalam upaya mencegah berbagai tindak kejahatan, termasuk aksi terorisme.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan siap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat selama di bulan suci Ramadan.

Upaya pengamanan, lanjut dia, dilakukan dengan mengefektifkan patroli subuh selama bulan Ramadan. Meski dinamakan patroli subuh, lanjut Ade Safri, jajaran Polresta tidak hanya bergerak di waktu subuh saja, namun berlangsung hingga pagi hari.

“Patroli subuh dilaksanakan anggota Satlantas dan Kesatuan Samapta. Patroli Subuh juga berfungsi membangunkan warga masyarakat untuk bangun saur dengan cara membunyikan sirine,” tegasnya.

Setelah melaksanakan sahur menjelang subuh, lanjut Kapolresta, lalu diefektifkan untuk patroli di lapangan. Karena banyak sekali fenomena- fenomena yang terjadi pasca sahur.

Ditambahkan Kapolresta, pelaksanaan kebijakan yang dilakukan selama bulan suci Ramadan diantaranya terkait dengan pengamanan Mako Polri baik Mako Polresta, maupun penguatan petugas di lapangan.

Dimana setiap anggota yang melaksanakan tugas di lapangan dilakukan dengan Buddy system. Buddy system itu terdapat petugas bersenjata baik menggunakan laras pendek maupun panjang yang mengcover petugas lain yang melaksanakan tugas di lapangan.

Begitu juga dalam penindakan, Kapolresta sudah memerintahkan jajarannya untuk menindak lanjuti warga yang membunyikan petasan. “Polri akan menindak tegas siapa saja yang membunyikan petasan dengan menjerat pasal UU Darurat No 12 Tahun 1951 yakni larangan menggunakan senjata api maupun bahan peledak,” tandas mantan Dirreskrimsus Polda Lampung tersebut.

Dikemukakan Kapolresta, dalam menjaga Kamtibmas, jajaran Polresta juga melakukan operasi terhadap masyarakat yang kebut-kebutan motor di jalanan alias balap liar.

Tindakan tegas dilakukan kemarin malam yakni anggota melakukan penggrebekan dan pembubaran balap liar di wilayah Mojosongo, Jebres. “Para pelaku balap liar dikenakan pasal 115 UU Darurat No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama 1 tahun,” urai Perwira Menengah Berpangkat Melati 3 dipundak tersebut. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan