hari-buruh-solo
BERBAGI- Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak secara simbolis menyerahkan bantuan berupa sembako kepada perwakilan serikat buruh di PT Solo Murni, Sabtu (1/5/2021) (newsreal.id/Sri Hartanto)

*Polresta Gandeng Pemkot Berbagi untuk Para Buruh

SOLO, newsreal.id– Memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday), Polresta Surakarta menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk berbagi kepada para buruh, yang tergabung dalam serikat pekerja.

Adapun bantuan bagi para buruh diwujudkan berupa paket sembako dan diserahkan melalui perwakilannya di Perusahaan Percetakan Solo Murni, Jalan Ahmad Yani, Laweyan, Solo, Sabtu (1/5).

Ada 300 paket sembako yang diserahkan kepada para buruh yang tergabung di Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Laweyan, Serikat Pekerja Nasional (SPN) di Jalan RM Said dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI-92) di Jalan Tentara Pelajar.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, kerjasama seperti ini suatu hal yang positif dalam memperingati Hari Buruh. Adapun cara berbagi melalui perwakilan dari serikat buruh untuk menjaga angka Covid-19 di Solo yang masih fluktuatif dengan cara tidak berkerumun.

“Buruh merupakan aset besar bangsa ini. Semoga Hari Buruh ini para pekerja Indonesia dapat hidup sejahtera,” tegas Ade Safri.

Hal serupa dikatakan Plt Disnakperin, Agus Sutrisno, bahwa buruh memiliki peran vital bagi perusahaan. Jika buruh sejahtera artinya pertumbuhan ekonomi juga baik.

Terkait Tabungan Hari Raya (THR), Agus mengatakan, belum ada aduan tertulis secara resmi ke Disnakperin. Namun, beberapa aduan online secara langsung ditujukan kepada Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

“Tentunya Pemkot mendorong THR dapat dibayar utuh dan sesuai aturan. Namun, bagi perusahaan terdampak Covid-19, kami mendorong untuk membuka ruang dialog. Hasil yang disepakati itu pedoman untuk dilakukan. Harus ada iktikad baik dan saling mengerti,” kata Agus.

Ditambahkan, rata-rata perusahaan yang mengadukan merupakan perusahaan makanan berskala menengah. Untuk itu, Agus menjelaskan telah membuka posko pengaduan di kantor Disnakperin dan nomor pengaduan di media sosial Disnakperin.

Menurutnya, membuka ruang dialog itu untuk kebaikan perusahaan dan pekerja. Saat ini ada 960-an perusahaan dengan jumlah pekerja 70.000-an. Perusahaan itu telah berbadan hukum, namun masih banyak lagi perusahaan non formal.

Saat ditemui di PT Solo Murni, Ketua SPSI Kota Surakarta, Wahyu Rahadi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan perhatian khusus kepada para buruh. Apalagi, kondisi ditengah himpitan ekonomi akibat dampak pandemi, bantuan bagi para buruh sangat berarti sekali.

“Di masa pandemi covid-19 ini, kami berharap, nasib para buruh menjadi lebih baik apabila dalam pemberian THR tidak ada pemotongan yang dilakukan perusahaan,” paparnya. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan