diah-warih-anjari
FOTO DIRI : Diah Warih Anjari, pengusaha sekaligus tokoh wanita Solo. (newsreal.id/Dok)

*Lurah Gajahan Dicopot Wali Kota

SOLO,newsreal.id – Pencopotan lurah di Kecamatam Pasarkliwon, Solo, yang belakangan viral, menjadi perhatian berbagai pihak. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Solo yakni Gibran Rakabuming yang mengeluarkan kebijakan pencopotan pejabat publik tersebut.

Dan salah satu pihak yang menyoroti peristiwa itu dan angkat bicara adalah tokoh wanita Solo, Diah Warih Anjari. Diwa sapaan Diah Warih Anjari, mengaku amat menyesal adanya kejadian dugaan pungli yang melibatkan perangkat pemerintahan hingga berujung sangsi pencopotan.

“Saya sebagai pegiat sosial dan warga Solo menyesal dengan kejadian tentang dugaan pungli yang berimbas pencopotan Lurah Gajahan Pasarkliwon, Suparno. Meskipun kasus dugaan pungutan dengan modus zakat nilainya Rp 11,5 juta, tetapi itu sangat disayangkan,” kata Diwa saat dihubungi newsreal.id, Rabu (4/5/2021).

Menurutnya, tindakan pungli dalam bentuk apapun tidak dibenarkan, apalagi objek pungutannya adalah zakat yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa atau fakir miskin.

“Saya sangat menyayangkan kejadian itu. Jika Wali Kota (Gibran Rakabuming-red) mengambil tindakan tegas tentunya itu lewat pertimbangan-pertimbangan. Nah, semestinya keputusan itu didukung oleh berbagai pihak-lah,” kata pengusaha cantik.

Diwa juga menyentil soal pungli yang diistilahkan sudah menjadi tradisi. Menurutnya, pungli dalam bentuk apapun itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi pelakunya adalah pejabat publik.

“Ini jelas salah kaprah, dan harus diluruskan. Nah tugas bersama baik pemerintah, penegak hukum untuk meluruskan hal ini,” tegasnya.

Tokoh wanita Solo ini berharap, Solo yang dulu pernah dipimpin Joko Widodo yang kini menjadi presiden harus menjadi kota yang paling gencar melawan pungli. Ia mengapresiasi langkah Wali Kota Gibran memberantas pungli-pungli khususnya di Solo. Diwa mengajak dan mengimbau masyarakat Solo, turut serta membantu aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Surakarta dalam pemberantasan pungli. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto

Tinggalkan Pesan