rutan-wonogiri
Caption foto 2PELAYANAN WARGA BINAAN- Pelayanan bagi warga binaan dalam menjalin hubungan dengan keluarganya melalui sambungan telepon yang berada di dalam Rutan Kelas IIB Wonogiri, Sabtu (8/5/2021) sore. (newsreal.id)

WONOGIRI,newsreal.id –Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonogiri meraih penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasona Laoly.

Rutan Wonogiri meraih penghargaan dalam kategori rutan terbaik kedua tingkat nasional bersamaan memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 beberapa waktu lalu.

“Raihan prestasi ini membuat kami termotivasi untuk terus meningkatkan kinerja baik dari sisi pengamanan, pelayanan kepada warga binaan,” tegas Karutan Wonogiri, Daniel Kristianto saat ngobrol santai di kantornya, Sabtu (8/5/2021).

Ditambahkan Karutan, raihan prestasi tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak di Rutan Wonogiri, baik dari sisi pengamanan, pelayanan termasuk perilaku warga binaan yang baik selama menjalani hukuman.

Komitmen Rutan Wonogiri selama melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan untuk menjadi pribadi yang baik kedepan, lanjut Daniel juga menjadi penilaian. Sehingga, apabila para binaan usai menjalani hukuman dapat diterima masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya.

Adapun sisi pelayanan, tambah Karutan, dimungkinkan memenuhi syarat-syarat hak azasi manusia. Termasuk pengamanannya dan syarat lainnya hingga Rutan Wonogiri meraih penghargaan terbaik ke-2 setelah rutan yang ada di Bandung.

Selain itu, lanjut Daniel, Rutan Wonogiri juga telah menyabet predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Prestasi itu tidak bisa diraih, apabila SDM di dalam Rutan Wonogiri tidak membenahi diri untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.

“Tentunya, dengan mengantongi predikat WBK tersebut menjadi salah satu penilaian untuk Rutan Wonogiri berhasil memperoleh penghargaan juara ke-2 dari Kemenkumham,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM tidak ingin lagi rutan hanya memberikan bekal skill saja kepada warga binaan, namun selama menjalani masa hukuman mereka juga dapat mampu berkarya dan menghasilkan produk sehingga hasilnya dapat dinikmati para warga binaan. (red)

Tinggalkan Pesan