insentif-tenaga-kesehatan-wonogiri
MENERIMA VAKSIN : Tenaga kesehatan menjalani asesmen sebelum menerima vaksin Covid-19 di Puskesmas Wonogiri 1 Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,newsreal.id – Pemkab Wonogiri akan segera membayarkan insentif untuk tenaga kesehatan dalam penanganan penyakit virus corona (Covid-19). Biaya yang disiapkan tahun 2021 ini diperkirakan mencapai Rp 23 miliar.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, ada pergeseran penganggaran insentif tenaga kesehatan. Tahun 2020 lalu, insentif tersebut dibayarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Namun, mulai 2021 ini pembayarannya dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Ada pergeseran penganggaran. Dari 2020 dianggarkan pusat, mulai tahun ini dianggarkan Pemkab,” katanya, Selasa (18/5/2021).

Namun, informasi mengenai pergeseran penganggaran itu baru dia terima sepekan menjelang lebaran lalu. Sehingga insentif dari bulan Januari sampai sekarang belum bisa dibayarkan. “Walaupun agak terlambat, kami pastikan Pemkab akan membayarkan, paling lambat akhir Mei atau awal Juni,” ujarnya.

Dia menerangkan, pergeseran penganggaran itu membuat Pemkab harus merefokusing APBD. “Anggaran sudah disiapkan, tinggal mempersiapkan administrasi dan aspek teknisnya,” imbuhnya.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait masih melakukan evaluasi, simulasi, serta melakukan pendalaman terhadap aspek teknis dan administrasinya. Oleh karenanya, dia belum bisa merinci jumlah pasti insentif yang akan diterima tenaga kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan berstatus PNS di kabupaten tersebut sekitar 1.400 orang. Tenaga kesehatan yang berhak memperoleh insentif adalah yang menangani pasien positif Covid-19. Adapun tenaga kesehatan non-PNS menyesuaikan dengan perjanjian kerja mereka.

“Contohnya, kalau seorang tenaga kesehatan menangani 100 pasien dan ternyata 40 pasien di antaranya positif Covid-19. Maka yang dibayarkan adalah insentif untuk pelayanan terhadap 40 pasien positif tersebut,” terangnya.

Insentif tertinggi yang bisa diperoleh seorang dokter sekitar Rp 15 juta. Adapun insentif tertinggi yang bisa diperoleh perawat sekitar Rp 7,5 juta.(red)

Tinggalkan Pesan