Penyerahan bantuan bagi masyarakat penyintas bencana alam Nusa Tenggara Timur (NTT)
JAKARTA, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (‘Danamon’) merespon bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Penyerahan bantuan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kupang ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada masa tanggap bencana dan pada masa pemulihan bencana.
 
Di awal Mei, Danamon, melalui Kantor Cabang Kupang, menyalurkan sembako kepada penyintas yang ada di area Kupang. Kemudian awal Juni, dilakukan kembali penyaluran bantuan perlengkapan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak. Penyerahan donasi diserahkan oleh Area Manager Danamon NTT, Ady Seputro kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang. Judi Reki Taulo, S.E.
 
“Danamon peduli dan berkomitmen dalam merespon bencana baik dalam bentuk mitigasi, tanggap darurat maupun masa pemulihan. Dengan pelibatan karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai relawan, kami harap kepedulian ini akan meringankan beban Pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong agar para penyintas dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Sustainability Finance Head Danamon, Abdul Hadi.
 
Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebelas kabupaten dan satu kota di wilayah NTT yang terdampak bencana alam mulai dari banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, banjir dan banjir rob, hingga angin puting beliung. Sebanyak 2.683 jiwa terdampak oleh bencana dan 8.424 jiwa dilaporkan mengungsi. Sampai dengan hari ini, sejumlah masyarakat masih belum bisa beraktivitas normal, karena masih tertahan di tempat pengungsian.
 
Danamon menyalurkan bantuan donasi berupa perlengkapan kesehatan (sabun, hand sanitizer, masker sekali pakai), tenda, selimut dan sembako untuk penerima manfaat 700 hingga 1.000 jiwa dengan nilai donasi lebih dari Rp100 juta. Selain itu, sebagai bagian dari program pemulihan, Danamon juga sedang menyiapkan program pembangunan sumber air bersih dan sanitasi di wilayah Flores yang juga terdampak bencana.
 

Tinggalkan Pesan