Diwa : Save Kapolda Sumsel

akidi-tio-polda-sumsel
FOTO :

*Dugaan Sumbangan Fiktif Rp 2 triliun

JAKARTA,newsreal.id – Dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio yang viral dan menyeret nama Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri memantik keprihatinan sejumlah pihak. Di antaranya tokoh Wanita asal Solo Diah Warih Anjari.

Sosok yang akrab disapa Diwa ini ikut angkat bicara atas hal itu. Menurutnya, publik harus menghargai keterbukaan yang disampaikan Kapolda kepada publik terkait sumbangan itu. Meski diakuinya ada sejumlah catatan-catatan dalam kasus itu yang perlu diungkap dan juga diketahui publik.

Ia mengimbau Kapolda Sumsel agar tidak dilibatkan dalam hal ini.
“Saya sepakat bila Kapolda Sumsel (Irjen Pol Eko Indra Heri-red) tidak diseret-seret dalam kasus itu (dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun-red). Lha wong beliau hanya menerima sumbangan itu. #SaveKapoldaSumsel,” tegasnya.

“Tapi ya harus diakui kalau ternyata sumbangan itu fiktif, semestinya perlu cek ricek dulu, apakah benar ada dana Rp 2 triliun ini,” imbuhnya dalam pesan singkat.

Pemilik tambang dan perusahaan agrikultur ini mengungkapkan, keterbukaan polisi dalam hal ini Polda Sumsel yang mengusut dugaan sumbangan fiktif dan mempublikasikanya ke publik patut diapresisasi.

Baginya, langkah Kapolda tidak salah, karena bersikap terbuka kepada seluruh masyarakat yang mau memberikan bantuan, terlepas sumbangan itu benar atau tidak.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Mabes Polri telah menurunkan tim untuk memeriksa Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri.

Hal ini terkait dengan dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio.

“Tentunya ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagiamana. Dan itu adalah ranah daripada klarifikasi internal,” kata Argo dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Tim yang diturunkan adalah dari Inspektorat Pengawasan Umum, Pengamanan Internal dan Divisi Profesi dan Pengamanan Khusus. Argo pun meminta masyarakat untuk menunggu pemeriksaan internal selesai.

Sementara itu, sejumlah orang yang terkait dengan kasus ini sudah diminta keterangan oleh penyidik Polda Sumsel.

Di antaranya, anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti, dan dokter keluarga Akidi Tio, Hadi Darmawan.

Diberitakan, Heriyanti menjanjikan sumbangan senilai Rp 2 triliun untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan.

Sumbangan itu diberikan secara simbolis di Mapolda Sumatera Selatan pada 26 Juli 2021.

Acara penyerahan itu dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nurainy serta Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. Sumbangan dijanjikan lewat bilyet giro.

Namun, belakangan diketahui uang Rp 2 triliun itu tidak ada di rekening Heriyanti. Berdasarkan penelusuran penyidik, saldo Heriyanti di bank tidak mencukupi. (red)

Tinggalkan Pesan