polres-klaten-bem

KLATEN,sms.com – Pjs Bupati Klaten Sudjarwanto Dwiatmoko, Forkompimda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Klaten, tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat mengikuti Deklarasi Bersama Menolak Unjuk Rasa Anarkis di Monumen Juang ’45, Jonggrangan, Klaten Utara, Senin (19/10).

Kegiatan yang dipelopori Polres Klaten itu dihadiri Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu SIK MH, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo SIP, Kajati Klaten Edi Utama SH MH, Kepala PN Hj Hera Kartiningsih SH MH, Ketua MUI Klaten, Ketua FKUB KH Syamsuddin Asrofi, organisasi serikat buruh, ormas kepemudaan, dan ormas agama.

”Kehadiran para tokoh dan pemimpin di Kabupaten Klaten, baik pemimpin formal maupun informal di Monumen Juang ’45 dalam rangka deklarasi menolak unjuk rasa yang anarkis. Mari kita jaga situasi di Klaten agar tetap aman dan kondusif. Aspirasi masyarakat pasti akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan,” tegas Pjs Bupati.

Dia menambahkan, deklarasi dipimpin Ketua DPRD Klaten, artinya, sebagai inspirator masyarakat, instrumen politik yang menyuarakan dan menampung suara masyarakat, mengajak masyarakat agar dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum dilakukan dengan tertib sesuai ketentuan dan tidak anarkis.

”Mari kita semua seyogianya menggunakan saluran aspirasi dengan baik tanpa harus anarkis. Kita jaga bersam kerukunan, keharmonisan di Klaten,” tegas dia.

Kapolres Klaten menegaskan bahwa masyarakat mempunyai hak menyampaikan pendapat di muka umum sesuai UU no 9 tahun 1998. Namun aksi tetap harus dilakukan sesuai aturan dan harus tetap menghormati hak orang lain.

”Menyampaikan pendapat di muka umum boleh dan dijamin Undang-undang. Tapi ingat, tidak dibenarkan menyampaikan pendapat atau berunjuk rasa dengan melanggar hak asasi manusia apalagi melakukan tindakan anarkis seperti merusak fasilitas umum milik negara,” tegas dia.

”Saya meminta kepada segenap elemen masyarakat Klaten untuk menyatukan visi misi dan tujuan untuk menolak unjuk rasa anarkis. Semua bertujuan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan memelihara nilai-nilai peradaban manusia. Budaya luhur Bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi rasa persaudaraan,” kata Kapolres.

Sementara itu, deklarasi dipimpin Ketua DPRD Klaten Hamenang Ismoyo dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Ada lima komitmen dalam deklarasi yang disepakati bersama.

Pertama, menolak unjuk rasa anarkis dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Kedua, menciptakan situasi yang kondusif di Kabupaten Klaten. Ketiga, melaksanakan protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Keempat, tidak terpengaruh dengan berita-berita hoax yang memprovokasi. Kelima, mendukung Polri dan TNI menindak pelaku kerusuhan atau anarkis dalam unjuk rasa.(mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan