pemblokiran-rekening-bank-bri
FOTO DIRI :Pakar Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Hari Purwadi. (newsreal.id/Sri Hartanto)

SOLO,newsreal.id – Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo baru saja dilantik menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz.

Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Agus Riewanto memberikan sejumlah masukan pada Kapolri yang mulai menjalankan tugasnya.
Dosen FH UNS ini mengemukakan, ada sejumlah tantangan berat yang menanti Listyo sebagai Kapolri. Salah satu tantangan yang disinggung Dr. Agus adalah komitmen pembenahan internal Polri.

“Pertama soal pemberantasan korupsi. Polri menjadi tangan kanan dalam pemberantasan korupsi. Di tubuh Polri sendiri tentu ini penting agar menjadi teladan sebagai institusi kepolisian dalam memberantas beberapa citra buruk di mata publik yang menyangkut soal Pungli dan pelayanan publik yang lamban,” tuturnya.

Selain korupsi, Dr. Agus menambahkan Jenderal Listyo Sigit juga perlu memperhatikan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di internal Polri. Pembenahan yang dimaksudnya adalah menyangkut pemahaman personil Polri terhadap hukum dan penguasaan teknologi yang mumpuni.

Hal tersebut menjadi perhatian sebab di era disrupsi digital ini, para pelaku kejahatan telah merubah modus kejahatan sedemikian canggihnya. Oleh sebab itu, personel Polri dituntut untuk dapat menangani masalah kejahatan digital dengan cepat dan baik.


“Kejahatan yang begitu modern semakin canggih dan juga terhadap kasus-kasus yang berkembang yang melibatkan TI yang begitu cepat tentu diharuskan para personil Polri di semua tingkatan sampai Polsek memiliki pengetahuan hukum yang kuat serta teknologi yang mapan dalam fungsi-fungsi tugas ketertiban masyarakat itu,” tambah Agus Riewanto.
Dr Agus juga mengingatkan agar Listyo Sigit menyelesaikan sejumlah kasus yang menjadi sorotan semasa kepemimpinan Jenderal Pol. Idham Azis.


Seperti kasus penembakan 6 laskar Ormas di KM 50, penegakan hukum kerumunan yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, dan ulah sejumlah Ormas yang kerap membuat onar.
Pertama, menyangkut kasus penembakan 6 laskar Ormas di KM 50, Dr. Agus menyarankan agar Komjen Pol. Sigit mempertimbangkan hasil temuan Komnas HAM. Baginya, hal tersebut merupakan bukti keharmonisan dan kohesivitas antarlembaga negara.

Kedua, tentang penegakan hukum kerumunan yang melanggar Prokes Covid-19, Dr. Agus menyarankan agar Polri menindak setiap pelaku secara adil. Jenderal Listyo Sigit dituntut untuk mensosialisasikan aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Hal tersebut menjadi penting sebab selama ini Agus melihat adanya ketidaksinambungan antara aturan yang telah ditetapkan pemerintah dengan perilaku masyarakat sehari-hari.
“Prokes wilayah berkaitan dengan banyak aspek tidak bisa digeneralisir karena sangat kasuistis di beberapa tempat. Tapi, menurut saya Prokes mesti ditetapkan Polri agar bertindak secara adil. Dan, bagaimana menerapkannya agar tidak terkesan Polri di era Jenderal Listyo Sigit memihak kepada salah satu pihak,” lanjutnya.
Terakhir, mengenai ulah sejumlah Ormas yang kerap membuat onar, Agus mengatakan sesuai dengan keputusan pemerintah untuk membubarkan sejumlah Ormas yang meresahkan masyarakat, maka Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit harus mampu menindaklanjutinya dengan baik dan tegas.


Agus mengutarakan tidak boleh ada Ormas yang bertindak diluar kapasitas Polri dalam penegakan hukum di masyarakat. Baginya, ketegasan menjadi kunci utama dalam menangani perilaku sewenang-wenang sejumlah Ormas.

Agus mengatakan kemampuan Sigit dalam menangani sejumlah perkara besat tidak perlu diragukan lagi. Seperti keberhasilannya dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia.
“Prestasi Listyo Sigit ini cukup mumpuni, banyak prestasi yang dibuat dan punya pengaruh terhadap kepercayaan publik pada Polri, baik saat menjabat sebagai Kapolda Banten maupun sebagai Kabareskrim, sejumlah pretasi berhasil menjadi perhatian publik,” ujar Dr. Agus.(Evie K)

Tinggalkan Pesan