corona-sragen
RAWAT PASIEN KORONA: Petugas paramedis RSUD Soehadi Prijnegoro Sragen merawat pasien positif virus korona, saat simulasi penanganan Covid 19, belum lama ini. (newsreal.id/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,newsreal.id – Sebagai salah satu antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen membuat tiga posko penjagaan. Yakni di Terminal Pilangsari, Terminal Gemolong dan di Jalan Raya Sukowati depan Makodim Sragen.

Pos penjagaan itu untuk memeriksa bus-bus yang berisi para perantau yang mudik. Selain itu juga bakal menyiagakan petugas di pintu-pintu masuk ke Kabupaten Sragen, untuk menyisir para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

Hal ini menurut Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, sebagai salah satu upaya dan antisipasi menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19. ”Terhitung Rabu (1/4) kami menjaga setiap posko untuk menyisir semua warga yang mudik. Hal ini agar kami bisa pantau dan kami manajemen dengan baik kedatangan para pemudik,” kata Bupati Yuni, kemarin. Pada tahun ini Pemkab Sragen juga memutuskan tidak menggelar kegiatan mudik gratis, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus korona.

Yuni mengemukakan, Pemkab Sragen juga telah menerima 90 Rapid Test Kit dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Alat uji tes cepat itu telah dipergunakan untuk melakukan uji tes terhadap 22 orang dokter, perawat dan paramedis yang terlibat dalam penangananCovid 19 di RSUD Soehadi Prijonegoro.

“Kami sudah melakukan rapid test terhadap 22 dokter, perawat dan tenaga medis di RSUD Soehadi Prijonegoro pada Rabu (1/4) lalu dan hasilnya semua negatif,” kata Yuni yang seorang dokter ini.

Rapid test juga akan dilakukan terhadap petugas medis di RSUD Soeratno di Kecamatan Gemolong, serta mereka yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari 90 Rapid Test Kit, 30 disimpan di Dinas Kesehatan (Dinkes), yang akan dipakai untuk mengetes para ODP, 30 di RSUD Soehadi Prijonegoro dan 30 di RSUD Soeratno di Gemolong, untuk mengetes para tenaga medis.

“Rapid Tes Kit di Dinkes, dipakai untuk para ODP secara sampel,” tandas Bupati Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen.

Karena Rapid Test Kit yang diterima Pemkab Sragen hanya 90 buah, tidak perlu dibuat tempat khusus atau drive thru seperti yang ada di daerah lain. Apalagi di Rapid Test Kit tersebut ada cairan buffer yang tidak memungkinkan dibawa-bawa. Selain dengan rapid test, juga dilakukan test swab yang hasilnya bisa lebih sahih dan lebih akurat. Rapid tes selanjutnya akan dilaksanakan setelah tujuh hari lagi.

Hingga Jumat (3/4) pukul 16.00, di Kabupaten Sragen terdata 8.178 Pelaku Perjalanan (PP), 125 ODP dan sembilan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ddimana lima orang PDP diantaranya sudah dilakukan tes dan dinyatakan negatif Covid 19 dan sudah sembuh, tiga masih dirawat dan satu orang meninggal di RSUD Moewardi Solo dimana dari hasil swab test, PDP tersebut dinyatakan negatif Covid 19.

Kepala Dinkes Hargiyanto menambahkan, rapid test terhadap para ODP akan dilakukan petugas puskesmas. Karena alat yang ada tinggal 27 buah, ODP yang akan dites adalah mereka yang baru saja datang dari Jakarta dan dilakukan secara sampel. “Kalau dari uji tes dilakukan hasilnya ada yang positif, ODP itu akan segera diisolasi dan dites lebih lanjut,” terangnya. (Basuni Hariwoto)

Tinggalkan Pesan