wonogiri-zona-kuning-covid-19
UPACARA VIRTUAL : Forkopimda Kabupaten Wonogiri mengikuti upacara Hari Kemerdekaan ke-75 RI secara virtual di pendapa kabupaten tersebut, Senin (17/8). (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasoo.com – Kabupaten Wonogiri sudah memasuki zona kuning pandemi virus corona (Covid-19). Dalam beberapa hari ini tidak ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19. Jumlah pasien yang sembuh pun juga semakin tinggi.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengungkapkan, jumlah yang sembuh dari penyakit tersebut mencapai 149 orang. Adapun yang masih positif tinggal 10 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal selama ini ada lima orang.

Dengan status zona kuning tersebut, Wonogiri berpeluang menyelenggarakan pendidikan secara offline atau tatap muka. “Mudah-mudahan sepekan ke depan tidak ada penambahan (kasus Covid-19). Sekarang sudah masuk zona kuning. Semoga dengan sinergisitas dan kebersamaan, Wonogiri masuk zona hijau,” katanya usai mengikuti upacara Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia secara virtual di pendapa Kabupaten Wonogiri, Senin (17/8).

Dia menyatakan belum perlu dilakukan rapid test secara massal terhadap para guru. Menurutnya, yang lebih penting adalah para pendidik dan tenaga kependidikan menjaga standar protokol kesehatan. Antara lain dengan senantiasa mengenakan masker, hand sanitizer, cuci tangan memakai sabun, hingga menjaga jarak antarmanusia (physical distancing).

Rapid test secara massal tidak dilakukan karena harus ada persiapan khusus, termasuk jumlah alat dan tenaga medisnya. “Yang penting harus ada jaminan guru dalam keadaan sehat, tidak suspek, tidak ada gejala. Kalau kondisinya sangat berisiko, harus tes Swab dan dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Di sisi lain, masih ada pro dan kontra di tengah-tengah masyrakat mengenai pendidikan ofline atau online. Oleh karenanya, dia tidak akan berspekulasi, melainkan memaksimalkan fungsi koordinasi.

Yakni menjalankan koordinasi Pemkab, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan komite sekolah. Dengan demikian, kebijakan penyelenggaraan pendidikan tersebut merupakan keputusan bersama pihak-pihak yang secara legalitas dan otoritas sudah memberi rekomendasi.

Sementara itu, Bupati bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kesempatan tersebut mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI secara virtual. Upacara secara virtual dilakukan menyikapi adanya pandemi Covid-19. “Walaupun merupakan sesuatu yang baru, upacaranya sangat khidmat tanpa mengurangi esensi dan subtansi Hari Kemerdekaan,” ujarnya.

Upacara tersebut diikuti seluruh Forkopimda disertai jajarannya dan para pejabat eselon II Pemkab Wonogiri. Upacara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan.(Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan