kementerian-luar-negeri-prancis
Kementerian Luar Negeri Prancis © Petr Kovalenkov/Shutterstock/FOTODOM

PARIS,newsreal.id – Prancis segera memanggil duta besarnya Amerika Serikat dan Australia mengenai pengumuman yang dibuat oleh kedua negara itu pada 15 September tentang pembentukan kemitraan keamanan dengan Inggris, dan Canberra membatalkan kontrak kapal selam dengan Paris.

Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

“Atas permintaan Presiden Republik, saya memanggil kembali ke Paris tanpa penundaan duta besar kami untuk Amerika Serikat dan Australia untuk berkonsultasi,” tegas diplomat top Prancis itu seperti dikutip kantor berita tass.com.

Diungkapkan, program kapal selam kelas Attack mengikat Australia dan Prancis sejak 2016.

“Pengumuman kemitraan baru dengan Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk meluncurkan studi tentang kemungkinan kerja sama di masa depan pada kapal selam bertenaga nuklir, merupakan perilaku yang tidak dapat diterima antara sekutu dan mitra, yang konsekuensinya secara langsung memengaruhi visi aliansi kami, kemitraan kami, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa,” kata pernyataan itu.

Reuters mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis, bahwa Washington telah berhubungan dekat dengan Prancis mengenai hal itu.

Reuters juga menulis dengan mengacu pada sumber-sumber diplomatik bahwa Prancis tidak berencana untuk menarik duta besarnya untuk Inggris.

“Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun,” kata sumber itu.

Pada 16 September, Australia, Inggris, dan AS mengumumkan pembentukan kemitraan trilateral AUKUS tentang keamanan di lautan Hindia dan Pasifik.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Australia berencana untuk membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir yang akan ditugaskan pada tahun 2036, serta melengkapi angkatan bersenjatanya dengan rudal jelajah buatan AS. Ini memaksa Canberra membatalkan kontrak militer utamanya dengan Prancis.

China memperingatkan bahwa pembentukan AUKUS akan meningkatkan perlombaan senjata dan mendesak semua peserta untuk menghapus “mentalitas perang dingin” dan “konsep geopolitik yang berpikiran sempit”. (Red)

Tinggalkan Pesan