ABU DHABI,newsreal.id – Masih dalam kunjungan kerja di Uni Emirat Arab, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengunjungi Hedayah Center yang merupakan partner strategis dalam rangka membahas isu-isu terkini yang berkaitan dengan penanggulangan ekstrimis berbasis kekerasan atau yang lebih dikenal dengan Countering Violent Extrimist (CVE), Senin (1/11).

Kegiatan ini dilaksanakan guna membahas kelanjutan Kerjasama dan berkolaborasi pada rencana program-program terutama di Tahun 2022 karena terorisme merupakan suatu kejahatan yang merupakan musuh bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia maka harus dilakukan suatu upaya yang komprehensif.

Pada kesempatan tersebut kepala BNPT, Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H menyampaikan penghargaan kepada Hedayah dengan peluncuran cetak biru atau Blue Print rehabilitasi dan reintegrasi yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam program dan kegiatan Deradikalisasi di Indonesia.

“ Kami percaya bahwa Cetak Biru ini dapat digunakan sebagai acuan penting bagi BNPT untuk mendukung Program Deradikalisasi BNPT secara pendampingan yang disesuaikan, dan disesuaikan dengan konteks lokal. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kami karena menyoroti pengalaman tentang perlakuan terhadap anak-anak dan keluarga yang terkena dampak ekstremisme kekerasan di Handayani Center Indonesia sebagai salah satu praktik terbaik dalam Cetak Biru Hedayah,” jelas Boy Rafli Amar.

Pada kesempatan itu,  Direktur Eksekutif Hedayah, H.E Ahmed Al Qasimi menyampaikan Komunikasi yang terjadi di ruang publik memang  dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menarik simpati masyarakat, khususnya anak muda oleh sebab itu perlu sebuah keterampilan yang diberikan kepada kaum muda agar tidak mudah terpropaganda oleh kelompok radikal terorisme dengan memberikan peran kepada anak mudah dalam melawan ideologi radikal di dunia maya.

“Saya kira itu salah satu cara yang juga kita bahas hari ini, yaitu meningkatkan peran anak muda yang menggunakan media sosial dengan cara tertentu. yaitu dengan cara yang lebih menarik sebagai generasi lain dan saya pikir mengembangkan program yang saat ini sudah kita miliki bersama, khususnya bagi Indonesia untuk memberdayakan pemuda untuk melawan ideologi radikal secara online, menurut saya salah satu proyek paling menarik yang mungkin kita lihat di masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu wakil eksekutif Hedayah, Ivo Veenkamp menyampaikan bahwa Hedayah memiliki program komunikasi strategis CVE terpadu dalam upaya membekali pemerintah, organisasi masyarakat, pimpinan keagamaan hingga pemuda melawan propaganda yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis dan teroris.

“Keterampilan diperlukan untuk menerapkan strategi komunikasi, kampanye, dan keahlian untuk melawan ekstremis kekerasan dan narasi teroris. Melawan penggunaan internet oleh teroris, meningkatkan literasi digital, menghasilkan dan mempromosikan konten alternatif, dan membangun ketahanan di antara kelompok-kelompok rentan terhadap ekstremis kekerasan dan propaganda teroris,” jelasnya.

BNPT membutuhkan dukungan strategis sebagaimana yang dilakukan oleh Hedayah terutama di tahun 2022, karena seluruh pihak menyadari bahwa kejahatan terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan oleh banyak pihak secara sinergi dan menyeluruh.

“Terus terang kami mengharapkan dukungan – dukungan yang strategis yang diberikan Hedayah kepada kita dapat berlanjut di tahun 2022, karena kita semua menyadari bahwa terorisme adalah kejahatan melawan nilai-nilai kemanusiaan yang tentunya ini menjadi musuh bagi semua umat manusia di dunia, jadi ini membutuhkan upaya sinergi dan upaya komprehensif  dari berbagai sisi terutama dari sisi pencegahan,” kata Kepala BNPT.

Sebagai informasi Hedayah merupakan International Center of Excellence for Countering Violent Extrimist yang didirikan pada tahun 2012 sebagai tanggapan atas keinginan anggota Global Counter-Terrorism Forum (GCTF) untuk membentuk Center of Excellence yang bersifat independen, netral dan multilateral dan berbasis di Abu Dhabi.

Hedayah memiliki banyak pengetahuan dan teknik-teknik penanganan anak dan keluarga yang terpapar radikalisme yang dipelajari dari berbagai negara. Tenaga pengajar yang dihadirkan merupakan praktisi yang secara langsung menangani anak dan keluarga yang terpapar radikalisme di seluruh dunia. Sejak 2019, BNPT telah aktif menjalin kerjasama dengan Hedayah dalam upaya penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan (CVE).

Tinggalkan Pesan