ASN Bisa Ikut Komponen Cadangan, Asalkan ?

pasukan-komcad
Apel keberangkatan 499 prajurit Komcad Kodam XII/Tpr untuk mengikuti latihan di Batujajar. Sebagai ilustrasi [Foto ANTARA/Jessica HW]

JAKARTA,newsreal.id – Menpan RB Tjahjo Kumolo mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk ikut serta dalam pelatihan komponen cadangan (komcad). Keterlibatan ASN dalam pelatihan komcad dianggapnya sebagai bentuk dukungan untuk pertahanan negara.

Saran Tjahjo itu tertuang dalam surat edaran Menpan RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Peran Serta Pegawai Aparatur Sipil Negara Sebagai Komponen Cadangan Dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara. Surat edaran itu diteken Tjahjo pada Senin (27/12/2021).

Menanggapi itu, Ketua Umum Korpri Zudan Arif Fakrulloh memberi masukan supaya waktu pelatihan bagi ASN tidak perlu hingga berbulan-bulan.

Baca : Tragis, Satu Keluarga Keracunan Gas Genset di Pulogadung Jakarta

Zudan mengatakan melihat kalau ancaman yang ada saat ini bersifat non konvensional karena sudah tidak lagi berupa perang. Sehingga menurutnya yang paling penting ialah bagaimana membangun cara pikir ASN dalam melaksanakan bela negara.

Dengan begitu, desain pelatihannya juga dinilai Zudan harus disesuaikan. Terlebih ASN juga memiliki tugas dalam memberikan pelayanan publik di mana keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Desain pelatihannya jangan lama 3 bulan di asrama, kelamaan,” kata Zudan saat dihubungi wartawan, Rabu (5/1/2022) dikutip dari suara.com.

Baca : Presiden Jokowi Dorong Percepatan Pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Lokasi Latihan

Alih-alih mengikuti pelatihan selama 3 bulan penuh, Zudan memberi masukan kalau pelatihannya menjadi tiga hari dalam satu pekan yakni Jumat, Sabtu, Minggu.

Lokasi pelatihannya juga menurut Zudan tidak perlu jauh-jauh dari tempat kerja para ASN.

“Tentu ini pelatihannya harus dicarikan lokasi-lokasi yang dekat dengan tempat bekerjanya. atau pelatihannya dilakukan secara daring, tidak mengganggu jam kantor. Sore dari jam 4 sore sampai jam 6 sore misalnya setiap hari,” ujarnya.

Hal itu disarankannya karena mengingat bahwa ancaman yang ada bagi bangsa Indonesia saat ini bukan bersifat perang antar negara secara fisik lagi.

“Tapi bagaimana menjaga cyber security system, bagaimana perang melawan narkoba, bagaimana perang terhadap sifat-sifat buruk dalam pelayanan publik, bagaimana memerangi korupsi, memerangi kemiskinan, itu yang konkret, bagian dari bela negara yang sangat penting.” (Red)

Baca : Didanai Lewat PMN 2021, Indonesia Siap Produksi Kapal Selam Sendiri

Tinggalkan Pesan