Probiotik Multistrain Cegah Radang Regenerasi Sel

AMRO Institute baru menyelesaikan penelitian berbasis seluler menggunakan sel makrofag murine, RAW 264.7, yang jamak dipakai pada penelitian respon imun.

Penelitian berbasis seluler memiliki keuntungan mengeliminir variasi pada subjek penelitian manusia yaitu kondisi psikologis dan polymorphism atau variasi genetik.

Sel makrofag murine ditumbuhkan dalam cawan petri dengan menggunakan media specific membentuk jaringan. Kemudian dibagi menjadi 2 kelompok.

Kelompok pertama dipapar dengan LPS (metabolit patogen) Escherichia Colii dan kelompok kedua ditreatmen dengan extrak metabolit Probiotik Multistrain.

Jaringan makrofag yang dipapar dengan LPS mengalami keradangan hebat yang ditandai dengan kenaikan yang signifikan kadar sitokin-sitokin proinflamasi dan penurunan yang signifikan kadar sitokin antiinflamasi. Akibat keradangan ini terjadi kematian sel sebanyak 20%, sehingga viabilitas sel tinggal 80%.

Sedangkan jaringan makrofag yang ditreatmen dgn extrak metabolit Probiotik Multistrain dengan berbagai dosis:
• 0,03% setara dgn minum 15 ml mengalami pertumbuhan sel menjadi 130%.
• 0,06% setara dgn minum 30 ml mengalami pertumbuhan sel menjadi 120%.
• 0,13% setara dgn minum 60 ml mengalami pertumbuhan menjadi 110%.
Disini nampak dosis penggunaan Probiotik Muktistrain dari 15 ml – 60 ml aman, tidak terjadi toksisitas sel, sebaliknya terjadi regenerasi sel 110% – 130%.

Sehingga dalam keadaan darurat akibat paparan Covid dengan load yang tinggi beresiko terjadi pneumonia (radang paru) berat, Probiotik Multistrain bisa diberikan sampai 60 ml unt menekan keradangan paru sampai homeostasis tanpa beresiko terjadi sitotoksik (kematian sel).

Banyak macam jejas atau cidera yg menyebabkan keradangan, yang dibagi menjadi 4 kelompok:
• Fisik: pukulan, benturan, teriris, terbakar
• Kimia: racun, metabolit patogen (LPS, TMAO), radikal bebas
• Mikrobiologi: patogen yg terdiri dari bakteri, jamur dan virus
• Psikis: stres dan depresi

Keradangan sejatinya mekanisme pertahanan tubuh untuk melokalisir atau menghancurkan jejas, yang ditandai dengan gejala-gejala:
• Rubor, merah
• Tumor, bengkak
• Calor, demam
• Dolor, nyeri
• Functio Laesae, gangguan fungsi organ
Sebagai jembatan menuju proses healing atau pemulihan.

Gejala-gejala keradangan merupakan alarm dari tubuh bahwa ada jejas pada organ dan isyarat bagi NKTCell (sel darah putih sitotoksik) unt mencari dan memangsa musuh yang menyerang tubuh.

Tapi keradangan akan mengakibatkan kematian sel, kerusakan organ manakala:
• Berlebihan atau lazim dalam situasi pandemi ini dikenal sebagai Badai Sitokin. Sitokin Proinflamasi diproduksi berlebihan menyebabkan langsung kerusakan organ.
• Derajad rendah, sistemik dan jangka panjang yang mengakibatkan keradangan kronis penyebab penyakit-penyakit kronis seperti gastritis, hipertensi dan diabetes type 2 (resistensi insulin). Terjadi upregulasi sitokin proinflamasi tapi tidak berlebihan.

Kita bisa melihat dengan sangat jelas pada chart diatas perbandingan antara paparan LPS/jejas pada jaringan mengakibatkan kematian sel melalui keradangan dan sebaliknya treatmen metabolit Probiotik Multistrain pada jaringan mencegah keradangan bahkan meregenerasi sel.

Degan demikian kematian sel pada organ tubuh karena keradangan akibat berbagai jejas dicegah. Sel yang mati akibat jejas atau proses aging akan digantikan dengan sel baru manakala tersedia metabolit Probiotik Multistrain pada organ tubuh. Sehingga tidak terjadi penurunan fungsi organ seiring pertambahan usia.

Oleh karena itu perlu suplementasi PRO EM1 setiap hari. PRO EM1 berisi multistrain probiotik liquid yang hidup dan aktif dengan masa simpan lama.

Tinggalkan Pesan