Foto: PM Inggris Boris Johnson. (AP/Justin Tallis)

JAKARTA,newsreal.id – Inggris secara resmi mengumumkan menghapus semua aturan hukum pembatasan virus corona (Covid-19). Setelah menghilangkan masker, kini kerajaan itu tak lagi mewajibkan seseorang yang terinfeksi corona melakukan isolasi mandiri (isoman) bahkan menghapus pengujian corona gratis.

Hal itu dikatakan langsung Perdana Menteri Boris Johnson, Senin (21/2/2022) waktu setempat. Ini menjadi langkah baru dari strategi “hidup dengan Covid-19” Inggris, menggeser intervensi pemerintah dalam menangani pandemi menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing.

Kewajiban untuk isolasi mandiri dicabut mulai Kamis nanti. Sementara tes pengujian Covid-19 gratis tak akan lagi disediakan pemerintah mulai 1 April.

“Pembatasan menimbulkan korban besar pada ekonomi kita, masyarakat kita, kesejahteraan mental kita dan pada peluang hidup anak-anak kita. Kita tidak perlu ‘membayar’ biaya itu lagi,” kata Johnson kepada parlemen, dikutip Reuters.

“Jadi mari kita belajar untuk hidup dengan virus ini dan terus melindungi diri kita sendiri dan orang lain tanpa membatasi kebebasan kita.”

Ia mengatakan pengawasan akan tetap dilakukan. Seperti respon cepat jika ada varian baru yang dilakukan Kantor Statistik National (ONS).

Namun diakuinya Covid-19 telah menimbulkan biaya besar bagi pemerintah. Karenanya, kata dia, pemerintah harus menguranginya.

“Hanya karena kita tahu Omicron tidak terlalu parah, pengujian untuk Omicron pada skala yang telah kita lakukan menjadi kurang penting,” kata Johnson lagi.

“Ini datang dengan biaya yang sangat besar … Kita sekarang harus mengurangi ini.”

Inggris adalah negara dengan kematian Covid-19 terbanyak kedua di Eropa, dalam 28 hari terakhir, setelah Rusia. Di mana kasus meninggal mencapai 160.000 kematian.

Sementara itu, sejumlah pihak menyebut langkah pemimpin yang disebut Washington Post mirip mantan pemimpin Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu sembrono.

Mayoritas Konfederasi National Health Service (NHS) menolak penghapusan isoman dan pengujian.

Meski menyebut program vaksinasi massal dan perawatan Covid-19 semakin baik menawarkan harapan, tapi langkah Johnson dianggap tak tepat. Bahkan disebut, bertindak seolah-olah ancaman hilang.

Tinggalkan Pesan