bupati_sumba_barat_daya
FOTO DIRI : Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete

TAMBOLAKA,newsreal.id — Bertemu Bupati Sumba Barat Daya, Diwa Foundation (Di-Fo) memaparkan program fokus pada pengembangan pemberdayaan masyarakat. Tim Di-Fo disambut hangat Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete di rumah jabatan (rumjab) di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu 23 Maret 2022.

Selain Bupati Kornelius Kodi Mete, juga turut hadir Sekda Frans M Adi Lalo yang akrab disapa Bapak Guntur, Kepala Dinas Pariwisata I Nyoman Agus, dan sejumlah pejabat. Tim Di-Fo turut hadir yakni Harry Budi Martono (ketua Yayasan Di-Fo), Guntur Wahyu Nugroho (sekretaris), Fajar Imam Santoso (Humas), Didik Purnomo (Humas), dan sejumlah pengurus lainnya.

Tidak hanya itu, dua utusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Herlina Swaky dan Puput Harpa Mantra juga turut disambut Bupati Kornelius Kodi Mete.

Dalam pertemuan penuh keakraban, Bupati Kornelius Kodi Mete melakukan penyambutan secara tradisional dengan menyematkan kain tenun khas Sumba Barat Daya kepada rombongan tim Di-Fo dan utusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca : Potensi Menggiurkan Sumba Barat Daya, DiFo Ajak Pemkab Setempat Berkolaborasi

Bupati menjelaskan jika Sumba Barat Daya ini memiliki 405 ribu jiwa dengan potensi pengembangan di berbagai sektor yang luar biasa.

“Potensi di Sumba Barat Daya ini luar biasa kalau dikelola dengan baik dan benar, seperti potensi wisata, potensi perikanan, dan pertanian,” ucapnya.

Pemkab Sumba Barat Daya di bawah Kornelius Kodi Mete memiliki program unggulan dengan memprioritaskan pembangunan di desa-desa dengan mengusung program 7 Jembatan Emas.

Tujuh jembatan emas itu, yaitu Desa Bercahaya, Desa Berair, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Tenteram, dan Desa Wisata.

“Potensi wisata di Sumba Barat Daya tidak kalah dengan daerah seperti Bali ataupun Lombok. Kami terbuka kepada siapa pun untuk melangkah bersama mengembangkan daerah di sini, khususnya Sumba Barat Daya,” urai Bupati Kornelius.

Baca : Moeldoko : Pulau Sumba Potensi Budidaya Sorgum

Bertemu langsung secara tatap muka dengan Bupati Kornelius Kodi, tim Di-Fo memaparkan program dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah Sumba Barat Daya.

sumba_barat_daya
LOGO DI-FO : Pengurus menjelaskan makna logo Diwa Foundation (Di-Fo) di hadapan Bupati SUmba Barat Daya.

Bersama Pemkab Sumba Barat Daya, Di-Fo mengusung Rencana Program Semangat Perubahan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga dan Pendapatan Asli Daerah yang disingkat Sapu Jagad.

Harry Budi Martono, Ketua Yayasan Di-Fo menjelaskan, kehadiran Di-Fo di Sumba Barat Daya menjadi salah satu solusi untuk pengembangan potensi yang dimiliki.

Menurut Harry, potensi Sumba Barat Daya sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengembangan wilayah Indonesia bagian timur.

“Potensi Sumba Barat Daya luar biasa. Kami ajak masyarakat untuk pengelolaan usaha budidaya cacing Lumbricus Rubellus, pengelola hasil pertanian menjadi komoditas setengah jadi dan optimalisasi Pelabuhan Waikelo,” urai Harry Budi Martono.

Baca : Kerjasama DiFo – PT BCL, Persada Biru Tunjang Program Pengembangan Budidaya Cacing

Selain itu, Di-Fo juga menyentuh sektor pendidikan dengan menawarkan platform aplikasi pembelajaran Jelajah Ilmu di mana siswa dapat belajar dari eBook dan video interaktif.

“Untuk menunjang kerja sama dengan Pemkab, Di-Fo akan membuka kantor dan kepengurusan di Sumba Barat Daya sebagai cabang Sumba,” pungkas Harry. (Red)

Tinggalkan Pesan