Humaniora
Home » Diwa Foundation & Kodim Gowa Kembalikan Senyum Syamsul dan Aidil

Diwa Foundation & Kodim Gowa Kembalikan Senyum Syamsul dan Aidil

PANGGILAN VIDEO: Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari melakukan panggilan video dengan Syamsul (7) dan Aidil (7), dua bocah asal Gowa, Sulawesi Selatan yang sempat viral karena mengumpulkan kue sisa tamu undangan pada peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Hasanuddin, Makassar beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
  • Viral Dua Bocah Pungut Kue di Gowa

DI sebuah rumah sewa yang teramat sederhana di Jl. Agussalim, Kelurahan Bonto Bontoa, Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, terdengar tawa kecil memecah keheningan sore. Syamsul (7) dan Muh. Aidil (7), dua sahabat karib yang sempat viral karena mengumpulkan sisa kudapan pada peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Hasanuddin, Makassar kini tampak sumringah.

Dengan antusias, mereka mencoba sepatu baru, menggendong tas sekolah, dan bercermin dengan seragam merah putih yang masih berbau toko. Pemandangan ini kontras dengan wajah sendu mereka di video yang sebelumnya menyayat hati publik.

Di ruang tamu rumahnya, Syamsul tampak malu-malu menunjukkan buku tulis barunya, sementara Aidil tak henti memamerkan sepatunya. Dg. Ngempo, ayah Syamsul, berkali-kali mengusap air mata. “Saya tidak menyangka akan ada yang peduli seperti ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ucapnya lirih.

Dan di balik perubahan suasana itu, ada peran dua pihak yang bahu-membahu: Diwa Foundation dan Kodim 1409/Gowa. Pendiri Diwa Foundation, Diah Warih Anjari memang tak hadir langsung di Gowa. Namun, filantropis asal Solo itu mentransfer sejumlah dana kepada Kodim 1409/Gowa untuk membelanjakan kebutuhan Syamsul dan Aidil.

Mulai dari seragam, sepatu, hingga tas sekolah, semua dipenuhi. Tak hanya itu, sebagian dana juga digunakan untuk membeli sembako dan modal usaha orang tua Syamsul dan Aidil agar beban ekonomi mereka sedikit terangkat.

BNPB: Korban Banjir Sumatera Meninggal Dunia 940 Jiwa, Hilang 276 Orang

“Anak-anak ini tidak boleh kehilangan kesempatan untuk bersekolah hanya karena keadaan. Harapan mereka harus dijaga,” pesan Diah lewat pernyataan resminya. Ia menegaskan, bantuan yang diberikan Diwa Foundation bukan sekadar respons singkat terhadap isu viral, melainkan dukungan berkelanjutan agar keluarga bisa mandiri.

Di lapangan, peran besar dimainkan oleh jajaran Kodim 1409/Gowa. Pasi Log Kapten Arh Udin Syarif bersama Pelda Jamaluddin (Bati Log Kodim 1409 Gowa) serta Serka Syamsir (Babinsa Kelurahan Bonto Bontoa)turun langsung mendampingi Syamsul dan Aidil berbelanja perlengkapan sekolah.

Saat membeli kebutuhan sekolah di salah satu toko, para anggota Kodim 1409/Gowa tersebut dengan sabar membantu memasangkan sepatu baru di kaki mungil Aidil, sementara Syamsul tertawa kecil ketika mencoba seragamnya. Bagi mereka, ini bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk nyata kepedulian.

BELIKAN SEPATU: Dua anggota Kodim 1409/Gowa, Pasi Log, Kapten Arh Udin Syarif dan Bati Log, Pelda Jamaluddin memakaikan sepatu sekolah baru kepada Syamsul (7) dan Aidil (7). (Foto: Ist)

Jati Diri TNI

Dandim 1409/Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, SIP menegaskan, misi ini sejalan dengan jati diri TNI. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat yang menjaga wilayah, tapi juga sebagai keluarga masyarakat. Syamsul dan Aidil adalah bagian dari anak-anak kita, dan tugas kami adalah memastikan mereka tetap punya semangat untuk sekolah dan bermimpi,” ujarnya.

Menkeu Terbitkan Diskon Pajak untuk Aksi Merger BUMN

Video dua bocah yang mengais sisa kudapan di Lapangan Hasanuddin, Makassar saat peringatan HUT RI ke-80 sempat membuat publik gempar. Rasa prihatin berubah menjadi dorongan untuk bergerak. Diwa Foundation, lembaga sosial yang berbasis di Solo Jawa Tengah segera merespons dengan memberikan bantuan dana, sementara Kodim 1409/Gowa menyalurkannya dalam bentuk kebutuhan riil.

Kolaborasi lintas daerah dan lintas institusi ini menunjukkan bahwa kepedulian tak mengenal batas. Dari isu viral, lahirlah aksi nyata yang mengembalikan senyum dua anak kecil.

Kisah Syamsul dan Aidil membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari kepedulian sederhana. Transfer dana dari Diwa Foundation yang diterjemahkan menjadi bantuan nyata oleh Kodim 1409/Gowa bukan hanya soal pakaian atau sembako, melainkan tentang mengembalikan rasa percaya diri dan harapan pada dua anak kecil yang sebelumnya harus berlari mengejar sisa makanan dalam kardus.

Sore itu, tawa Syamsul dan Aidil kembali terdengar, bukan lagi karena berebut makanan sisa, melainkan karena masa kecil mereka kembali diwarnai dengan kesempatan dan mimpi baru. (tb)

ANTAR PULANG: anggota Kodim 1409/Gowa dipimpin Pasi Log, Kapten Arh Udin Syarif mengantar pulang Syamsul (7) dan Aidil (7) ke rumahnya. (Foto: Ist)

Usai Dipanggil Kiai Tebuireng, Gus Yahya Buka Pintu Islah

Berita Populer

01

Polda Jateng Identifikasi 11 Ormas yang Diduga Terafiliasi Premanisme

02

10 Hewan Paling Imut, Lucu dan Menggemaskan

03

Empat Tahun Menggantung, 1.411 Guru Lulus PPPK di Jateng Masih Tanpa Kepastian

04

Prabowo Tetapkan 18 Agustus 2025 Sebagai Libur Tambahan

05

PBSI Rombak Total Ganda Putri, Target Tembus Kasta Elite Dunia

Berita Terbaru


Menkeu Terbitkan Diskon Pajak untuk Aksi Merger BUMN



Kategori