NEWSREAL.ID, JAKARTA- Masalah sampah bukan cuma urusan pemerintah. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menegaskan, pengelolaan sampah di Indonesia harus dilakukan bareng-bareng, dari pemerintah pusat, daerah, sampai masyarakat biar hasilnya nyata dan masif.
Baca : Kemenag dan PUPR Kolaborasi Cegah Tragedi Serupa di Pondok Pesantren
Diana mengingatkan, persoalan sampah di Indonesia masih jauh dari kata selesai. Karena itu, ia menilai penanganannya nggak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah, tapi harus dikerjakan bareng masyarakat dan pemerintah daerah.
“Terkait dengan sampah di Indonesia, memang pengelolaan sampah ini belum bisa 100 persen tertangani. Ini pekerjaan rumah kita bersama, bukan hanya pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, bahkan dari lingkungan kita sendiri,” ujar Diana usai acara Women’s Talk: Kelola Sampah dari Rumah di Kementerian PU, Jakarta, Senin, (13/10).
Memilah Sampah
Diana menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, antara sampah organik, anorganik, dan plastik. Ia juga mengingatkan agar sampah yang sudah dipilah tidak lagi dicampur ketika dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca : Pemprov Jateng Bentuk Satgas Pengelolaan Sampah
Ia mengusulkan agar pemerintah daerah bisa menerapkan sistem pengambilan sampah terjadwal berdasarkan jenisnya.
“Misalnya, Senin khusus sampah organik, Selasa untuk plastik. Jadi ada jadwal pengambilan berdasarkan jenisnya,” ucapnya.
Diana berharap, kebiasaan ini bisa mengarah pada pengelolaan sampah berkelanjutan hingga tercapai kondisi zero waste atau bebas sampah dari rumah masing-masing.
Tantangan terbesar, lanjutnya, adalah ketersediaan lahan untuk pengelolaan sampah di tengah keterbatasan ruang di wilayah padat penduduk. Namun, ia percaya solusi tetap bisa ditemukan kalau semua pihak kompak dan konsisten.
“Kalau sampah dipilah dan diambil sesuai jenisnya, pemerintah daerah akan lebih mudah mengelola. Jadi kuncinya ya kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat,” tutupnya. (tb)


