Humaniora
Home » Wamen PU Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng, Biar Masalah Sampah Nggak Jadi PR Abadi

Wamen PU Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng, Biar Masalah Sampah Nggak Jadi PR Abadi

RESMIKAN TPSTT: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Terintegrasi (TPSTT) “Bumi Hijau” di Desa Tersono, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu. TPSTT ini menjadi contoh sebagai desa yang melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di Jateng. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Masalah sampah bukan cuma urusan pemerintah. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menegaskan, pengelolaan sampah di Indonesia harus dilakukan bareng-bareng, dari pemerintah pusat, daerah, sampai masyarakat biar hasilnya nyata dan masif.

Baca : Kemenag dan PUPR Kolaborasi Cegah Tragedi Serupa di Pondok Pesantren

Diana mengingatkan, persoalan sampah di Indonesia masih jauh dari kata selesai. Karena itu, ia menilai penanganannya nggak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah, tapi harus dikerjakan bareng masyarakat dan pemerintah daerah.

“Terkait dengan sampah di Indonesia, memang pengelolaan sampah ini belum bisa 100 persen tertangani. Ini pekerjaan rumah kita bersama, bukan hanya pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, bahkan dari lingkungan kita sendiri,” ujar Diana usai acara Women’s Talk: Kelola Sampah dari Rumah di Kementerian PU, Jakarta, Senin, (13/10).

Memilah Sampah

BNPB: Korban Banjir Sumatera Meninggal Dunia 940 Jiwa, Hilang 276 Orang

Diana menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, antara sampah organik, anorganik, dan plastik. Ia juga mengingatkan agar sampah yang sudah dipilah tidak lagi dicampur ketika dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca : Pemprov Jateng Bentuk Satgas Pengelolaan Sampah

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah bisa menerapkan sistem pengambilan sampah terjadwal berdasarkan jenisnya.

“Misalnya, Senin khusus sampah organik, Selasa untuk plastik. Jadi ada jadwal pengambilan berdasarkan jenisnya,” ucapnya.

Diana berharap, kebiasaan ini bisa mengarah pada pengelolaan sampah berkelanjutan hingga tercapai kondisi zero waste atau bebas sampah dari rumah masing-masing.

Menkeu Terbitkan Diskon Pajak untuk Aksi Merger BUMN

Tantangan terbesar, lanjutnya, adalah ketersediaan lahan untuk pengelolaan sampah di tengah keterbatasan ruang di wilayah padat penduduk. Namun, ia percaya solusi tetap bisa ditemukan kalau semua pihak kompak dan konsisten.

“Kalau sampah dipilah dan diambil sesuai jenisnya, pemerintah daerah akan lebih mudah mengelola. Jadi kuncinya ya kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat,” tutupnya. (tb)

Berita Populer

01

Polda Jateng Identifikasi 11 Ormas yang Diduga Terafiliasi Premanisme

02

10 Hewan Paling Imut, Lucu dan Menggemaskan

03

Empat Tahun Menggantung, 1.411 Guru Lulus PPPK di Jateng Masih Tanpa Kepastian

04

Prabowo Tetapkan 18 Agustus 2025 Sebagai Libur Tambahan

05

PBSI Rombak Total Ganda Putri, Target Tembus Kasta Elite Dunia

Berita Terbaru


Menkeu Terbitkan Diskon Pajak untuk Aksi Merger BUMN



Kategori