NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Aksi saling diam ditunjukkan kakak adik yang sama-sama mengaku Pakoe Boewono XIV saat menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat (21/11).
Meski berada di masjid yang sama, bahkan saf yang sama, Pakoe Boewono XIV Purbaya dan Pakoe Boewono XIV Mangkubumi sama sekali tak bertegur sapa. Mangkubumi dan Purbaya kini tengah sama-sama mengklaim sebagai penerus ayahnya, Pakoe Boewono XIII yang meninggal awal November lalu.
Dikutip dari detik.com, putra termuda Pakoe Boewono XIII, Purbaya, duduk persis di belakang imam. Sedangkan, putra tertua, Mangkubumi, berada di belakang sebelah Selatan imam.
Usai salat, Purbaya sempat mengunjungi kantor Masjid Agung Solo untuk berdiskusi dengan pengurus masjid. Sementara, Mangkubumi langsung meninggalkan masjid. “Ini saya cuma mau menjalankan ibadah salat Jumat saja,” kata Mangkubumi kepada awak media.
Kali Kedua
Bagi Mangkubumi, ini sudah kali kedua dia melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo, usai mengukuhkan diri sebagai Pakoe Boewono XIV versi Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta.
Sementara itu, bagi Pakoe Boewono XIV Purbaya, ini merupakan salat Jumat pertamanya di Masjid Agung Solo usai dinobatkan sebagai Pakoe Boewono XIV versi trah ayahnya.
Gusti Purbaya merupakan anak bungsu sekaligus putra tunggal Pakubuwono XIII dari istri ketiganya, permaisuri GKR Pakoe Boewono (atau KRAy Pradapaningsih). Sedangkan Mangkubumi adalah anak sulung sekaligus putra tertua dari istri keduanya, KRAy Winari Sri Haryani.
Sebelumnya, Gusti Purbaya telah mendeklarasikan diri sebagai penerus takhta Keraton Surakarta pada Rabu (5/11) tiga hari setelah kematian ayahnya. Anak bungsu Pakoe Boewono XIII itu menyebut dirinya SISKS Pakoe Boewono XIV.
Belakangan, Mangkubumi malah dinobatkan sebagai Pangeran Pati alias penerus takhta keraton lewat rapat di Sasana Handrawina Keraton Surakarta pada Kamis (13/11). (tb)


