Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Menteri UMKM Dorong BHR Ojol untuk Lebaran 2026

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 14 Januari 2026 09:09 WIB
Menteri UMKM Dorong BHR Ojol untuk Lebaran 2026
NEWSREAL.ID - DEMO OJOL: Aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah kembali memberi sinyal keberpihakan kepada para pengemudi ojek online. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong perusahaan transportasi berbasis aplikasi agar kembali menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra pengemudi ojol pada 2026.

Dorongan tersebut, menurut Maman, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya empati dan kepedulian platform digital terhadap para mitra pengemudi.

“Ini adalah bagian dari petunjuk dan arahan dari Pak Presiden bahwa ada keberpihakan dari platform digital dan semua perusahaan ojek online untuk bisa memberikan tali asih, sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada saudara-saudara ojek online,” ujar Maman saat ditemui di Jakarta, Selasa, (13/1/2026).

BHR sendiri pertama kali diperkenalkan melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2025 yang diterbitkan pada Maret 2025. Aturan tersebut mengatur pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan bagi pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Menurut Maman, BHR tidak hanya berfungsi sebagai tambahan penghasilan bagi mitra pengemudi, tetapi juga menjadi penguat hubungan kemitraan antara aplikator dan ojol. “Ada semangat untuk menjaga hubungan kemitraan yang baik, supaya perusahaan dan mitra bisa sama-sama berkembang. BHR itu bagian dari menjaga kemitraan agar tetap konstruktif,” katanya.

Keseimbangan Ekosistem

Ia menegaskan, pemerintah, termasuk Kementerian UMKM, berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi digital yang melibatkan aplikator, mitra pengemudi, dan pelaku UMKM di dalam platform.

“Dalam ekosistem transportasi online, kita tidak bisa hanya melihat aplikator atau ojol saja. Ada UMKM di dalamnya yang juga bergantung pada ojol dan platform digital, dan sebaliknya,” ujar Maman. “Ketiganya adalah satu rangkaian yang saling terkait dan harus dijaga keseimbangan ekosistemnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan SE Menaker tahun lalu, BHR diberikan secara proporsional sesuai kinerja dalam bentuk uang tunai. Besarannya ditetapkan sekitar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir bagi pengemudi dan kurir berbasis aplikasi yang produktif dan berkinerja baik.

Pencairan BHR juga diatur maksimal tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dengan dorongan untuk 2026 ini, harapan para pengemudi ojol agar “bonus lebaran” kembali hadir tampaknya makin terbuka. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...