Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 22 Maret 2026 15:28 WIB
IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah
NEWSREAL.ID - SERANGAN ZIONIS: Warga bereaksi saat tim penyelamat mencari korban yang terjebak di reruntuhan setelah serangan Israel menyasar sebuah bangunan tempat tinggal warga, Senin, (16/3/2026) di pusat Teheran, Iran. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Teheran, Sabtu (21/3/2026).

Kolivand menilai serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, mengingat banyaknya fasilitas publik dan sipil yang terdampak.

“Lebih dari 80.000 lokasi sipil telah diserang sejak agresi dimulai,” ujarnya di hadapan sejumlah perwakilan media asing. Ia merinci, dari total tersebut, lebih dari 20.000 unit berada di Teheran, sementara lebih dari 60.000 lainnya tersebar di berbagai wilayah Iran. Objek yang disasar mencakup fasilitas komersial, layanan kesehatan, hingga institusi pendidikan.

Menurut data IRCS, hampir 18.790 unit komersial terdampak serangan. Selain itu, sebanyak 266 pusat layanan kesehatan dan 498 sekolah juga dilaporkan ikut menjadi target.

Dampak terhadap tenaga medis juga signifikan. Kolivand menyebut sedikitnya 12 tenaga kesehatan tewas, sementara lebih dari 90 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang berlangsung. “Serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran berat dalam konflik bersenjata,” tegasnya.

Tidak hanya infrastruktur, korban jiwa dari kalangan sipil juga terus bertambah. IRCS mencatat ratusan warga sipil tewas, termasuk anak-anak dan sedikitnya 231 perempuan sejak konflik dimulai.

Korban Tewas

Sementara itu, sejumlah laporan media internasional menyebutkan jumlah korban tewas secara keseluruhan di Iran telah melampaui 1.500 orang, meski angka tersebut masih sulit diverifikasi secara independen di tengah situasi perang.

Konflik memanas sejak serangan 28 Februari 2026 ke Iran, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tokoh penting Iran, termasuk Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sejumlah pihak internasional terus mendesak penghentian kekerasan dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, terutama dari kalangan sipil.

Di tengah meningkatnya intensitas serangan, lembaga kemanusiaan seperti IRCS menghadapi tantangan besar dalam memberikan bantuan kepada korban, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak parah dan sulit dijangkau.

Perkembangan situasi di Iran pun masih terus menjadi perhatian dunia, seiring meningkatnya risiko krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan. (dc)

Share:

Berita Terbaru

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...