Opini

Desak Investigasi Tragedi Bekasi Mendalam dan Transparan, Diwa : Hentikan Perpecahan Opini !

Tim Redaksi, newsreal.id
Jumat, 1 Mei 2026 20:20 WIB
Desak Investigasi Tragedi Bekasi Mendalam dan Transparan, Diwa : Hentikan Perpecahan Opini !
NEWSREAL.ID - Oplus_131072

PENDIRI sekaligus founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari meminta berbagai pihak menghentikan perpecahan opini soal tragedi Bekasi Timur yang terjadi belakangan ini.

Ia mengaku risih melihat polemik yang keras terkait peristiwa memilukan tahun ini.

Diah Warih beranggapan tragedi Bekasi merupakan kegagalan sistemik massal yang melibatkan kecerobohan taksi hijau, lemahnya sistem KAI, hingga pembiaran infrastruktur oleh Pemda dan Kemenhub.

“Kita sebagai rakyat harus bersatu di barisan yang sama untuk membela hak para korban. Akhir-akhir ini muncul perdebatan sengit mengenai siapa yang harus memikul dosa terbesar atas jatuhnya korban jiwa di tragedi Bekasi,” ungkap Diwa sapaan Diah Warih.

Diwa kemudian mengimbau, agar rakyat berdiri di barisan yang sama. Membela saudara sebangsa yang menjadi korbannya.

“Unit taksi listrik ini menjadi hambatan awal di perlintasan sebidang yang mengakibatkan jadwal perjalanan lumpuh. Sehingga perlu adanya investigasi apakah unit mogok akibat kesalahan pengemudi atau kegagalan sistem baterai di area elektromagnetik rel. Pihak korporasi juga harus bertanggung jawab atas kegagalan produk. Di luar itu, penerobosan sopir juga tetap keliru,” terangnya.

Menurut aktivis sosial ini, taksi listrik adalah faktor eksternal dalam tragedi ini. Namun sistem perkeretaapian seharusnya juga memiliki protokol mitigasi untuk mencegah tabrakan beruntun tersebut.

Ia pun sepakat dengan ahli perkeretaapian yang menyoroti soal mengapa KA Argo Bromo tetap melaju masuk ke blok yang belum steril.

Dimana dalam sistem persinyalan elektronik modern, keberadaan satu rangkaian di sebuah blok seharusnya otomatis mengunci blok di belakangnya menjadi merah.

Jika kereta tetap melaju, artinya ada malfungsi prasarana atau pengabaian sinyal oleh petugas pengendali (Operation Control Center).

Pembiaran

Selain adanya dugaan malfungsi prasarana atau pengabaian sinyal oleh petugas pengendali. Pendiri ormas G-Nesia juga beranggapan adanya pembiaran oleh Pemerintah Daerah setempat terhadap perlintasan sebidang tanpa palang pintu resmi di titik padat penduduk.

“Ini adalah pembiaran terhadap bahaya maut. Jika ada campur tangan Ormas yang menghalangi, justru Pemda wajib menindak tegas, bukannya kalah kuasa,” kritiknya.

Dalam hal ini, ditambahkannya Kementerian Perhubungan juga memiliki tanggung jawab penuh atas sertifikasi kelaikan prasarana dan audit kompetensi SDM secara berkala.

“Negara harus berhenti mengutamakan estetika kota jika infrastruktur dasar penyelamat nyawa di perlintasan masih diabaikan,” imbau Diwa.

Diah kemudian mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi tragedi ini secara transparan.

“KNKT wajib membedah Black Box dan data persinyalan untuk mengungkap fakta teknis tanpa intervensi pihak mana pun. Publik menuntut penjelasan mengapa sistem deteksi blok gagal berfungsi pada saat genting. Jangan berlindung di balik frasa “gangguan teknis” untuk menutupi kelalaian manusia atau kerusakan sistem,” katanya.

Meski perspektif masyarakat mengenai tragedi Bekasi ini berbeda-beda. Diah Warih mengajak seluruh masyarakat bersatu mendesak pertanggungjawaban penuh dari seluruh instansi terkait.

“Manajemen taksi hijau, PT KAI, Kemenhub, hingga Pemda, semuanya memiliki andil. Mereka harus berhenti membela diri dan mulai bekerja sama untuk memberikan keadilan bagi korban. Fokus kita adalah transparansi penyidikan agar keselamatan transportasi publik tidak lagi menjadi tumbal kelalaian sistemik, sehingga kejadian serupa tidak terulang” pungkasnya. (Bun)

Berita Terbaru

Polisi Bersama Rakyat, Mengapa Rakyat Masih Takut?

Adi Sulistiyono Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Pergantian Kapolri pada 1 Oktober 2026 menghadirkan harapan baru bagi kepolisian Indonesia. Jenderal Polisi Suyudi Ario...

Dualisme Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ujian Netralitas Negara

Oleh: Adi Sulistiyono Guru Besar Fakultas Hukum UNS Dualisme kepengurusan Ikatan Notaris Indonesia (INI) bukan lagi sekadar perselisihan internal organisasi profesi. Konflik yang telah memasuki...

Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik

“Gaya hidup dan budaya mobilitas pejabat publik sering kali mencerminkan kualitas kepemimpinan serta kedekatan mereka dengan masyarakat. Di berbagai negara Eropa, pemanfaatan transportasi publik oleh...

MSCI Berkuasa, Kedaulatan Hukum Tak Berdaya

Oleh: Adi Sulistiyono Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret KEDAULATAN negara tidak selalu terancam oleh agresi militer atau intervensi politik asing. Dalam...

Bursa Dimanipulasi, OJK ke Mana?

Oleh: Adi Sulistiyono Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret PASAR modal tidak kehilangan martabatnya hanya karena harga saham jatuh. Kenaikan dan penurunan harga merupakan...

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi

*Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan Pembangunan infrastruktur dan sistem transportasi publik merupakan tulang punggung peradaban modern yang membawa multiplier effect besar bagi ekonomi dan kesejahteraan...

Satu Mahkamah, Dua Wajah Konstitusi?

MAHKAMAH Konstitusi diberi kekuasaan untuk menjaga konstitusi. Namun, siapa yang menjaga agar kekuasaan Mahkamah sendiri tidak melampaui batas konstitusi? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika satu...

Menimbang Ulang Subsidi Transportasi: Saatnya Menggeser Fokus dari Motor ke Bus Listrik

KEBIJAKAN ttransisi energi di sektor transportasi Indonesia menghadapi ujian krusial, di mana alokasi insentif negara sering kali lebih memanjakan kendaraan pribadi ketimbang membenahi akar masalah...

2 Dekade Layanan Transjakarta : Perluasan Aksesibilitas, Mutu Pelayanan, dan Dinamika Subsidi APBD

SEBAGAI sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara, Transjakarta kini telah menjangkau 92,4% populasi Jakarta dengan volume keterangkutan yang menembus rekor 1,5 juta...

Arah Baru Modernisasi Armada Trans Semarang

PEMERINTAH Kota Semarang melalui UPTD BLU Trans Semarang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik Trans Semarang melalui langkah strategis peremajaan armada secara menyeluruh hingga...

Dua Dekade Rp 3.500: Implikasi Multidimensi Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta

SELAMA dua dekade, skema subsidi yang masif berhasil mengunci biaya perjalanan harian masyarakat pada tingkat yang sangat terjangkau. Membicarakan tarif Transjakarta bukan lagi sekadar menghitung...

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

SEBUAH destinasi wisata kelas dunia tidak pernah dinilai sekadar dari keindahan lanskap atau kemegahan akomodasinya, melainkan dari sejauh mana sistem di dalamnya mampu menjamin keselamatan...

Leave a comment