Opini

Diwa: Kasus FH UI Tamparan Keras Dunia Pendidikan

Tim Redaksi, newsreal.id
Kamis, 16 April 2026 14:41 WIB
Diwa: Kasus FH UI Tamparan Keras Dunia Pendidikan
NEWSREAL.ID - DISKUSI : Ketua Dewan Pembina Diwa Center saat berdiskusi dengan mitra kerja. (Foto dok)

JAKARTA,newsreal.id – Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Menurut wanita yang akrab disapa Diwa tersebut, kasus ini tidak hanya mencoreng marwah dunia pendidikan tinggi, tetapi juga menunjukkan masih kuatnya budaya misogini dan relasi kuasa yang timpang di ruang akademik, termasuk dalam interaksi digital.

“Kasus ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa kampus yang seharusnya menjadi ruang aman dan beradab justru masih diwarnai perilaku yang merendahkan martabat perempuan. Bahkan ketika terjadi di ruang percakapan digital tertutup, tindakan tersebut tetap merupakan bentuk kekerasan seksual yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Ia menilai, fenomena ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari persoalan sistemik sebagaimana tercermin dalam data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat terjadi 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah itu, 71 persen kasus kekerasan terjadi di sekolah, 11 persen di perguruan tinggi, 9 persen pesantren, 6 persen satuan Pendidikan non-formal dan 3 persen di madrasah.

“Ketika hampir separuh kasus kekerasan di dunia pendidikan adalah kekerasan seksual, ini menandakan adanya kegagalan serius dalam sistem pencegahan, edukasi, dan penanganan. Kita tidak bisa lagi melihat ini sebagai kasus insidental, melainkan darurat nasional yang membutuhkan respons luar biasa,” ujarnya.

Harus Transparan

Diah juga mengapresiasi langkah awal Kementerian PPPA dan pihak Universitas Indonesia yang telah melakukan investigasi melalui Satgas PPKPT. Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut harus berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada korban.

“Penanganan kasus ini harus mengedepankan keadilan bagi korban, tanpa intervensi dan tanpa pandang bulu. Sanksi tegas harus diberikan kepada siapa pun yang terbukti terlibat, serta memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum yang memadai, sekaligus terlindungi dari stigma dan reviktimisasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kesetaraan gender, etika berkomunikasi, serta pengawasan terhadap ruang-ruang digital mahasiswa.

“Kita harus memutus rantai normalisasi candaan seksis dan perilaku merendahkan perempuan. Pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun karakter yang menghormati sesama manusia,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Diwa mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, kampus, hingga masyarakat, untuk bersinergi menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Jika ruang pendidikan gagal menjadi tempat yang aman, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi bangsa. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Tb)

Berita Terbaru

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

SEBUAH destinasi wisata kelas dunia tidak pernah dinilai sekadar dari keindahan lanskap atau kemegahan akomodasinya, melainkan dari sejauh mana sistem di dalamnya mampu menjamin keselamatan...

Dilema Bandara Husein Sastranegara, Antara Kenyamanan Turis – Nasib Bandara Kertajati ?

KEBIJAKAN  transportasi dan tata ruang di Jawa Barat kembali menemui titik balik yang krusial. Rencana diaktifkannya kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk penerbangan komersial...

Menagih Keadilan Sosial dalam Insentif Kendaraan Listrik

DIPERLUKAN program insentif kendaraan listrik yang berkeadilan dan lebih tetap sasaran agar kemanfaatan dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan . Pemerintah menunda pengumuman insentif kendaraan...

Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi

PT Kereta Api Indonesia sedang giat melakukan penutupan sejumlah pelintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta. Jalan lebar yang kurang dari 2 meter dan atau...

Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan*

KONDISI “Darurat Keselamatan Transportasi Jalan” di Indonesia merupakan isu sistemik yang dipicu oleh akumulasi berbagai faktor, mulai dari pengawasan regulasi yang lemah hingga perilaku pengguna...

Desak Investigasi Tragedi Bekasi Mendalam dan Transparan, Diwa : Hentikan Perpecahan Opini !

PENDIRI sekaligus founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari meminta berbagai pihak menghentikan perpecahan opini soal tragedi Bekasi Timur yang terjadi belakangan ini. Ia mengaku risih...

Hukum Memusnahkan Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur Hidup-Hidup

*FENOMENA meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan kerap menimbulkan persoalan serius bagi keseimbangan ekosistem. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak habitat...

Transformasi Transportasi Umum demi Kemandirian Energi Indonesia*

SEBESAR 91,2 persen konsumsi BBM nasional di sektor transportasi, sebanyak 93 persen penyaluran BBM subsidi digunakan kendaraan pribadi . Presiden Prabowo Subianto bakal menggencarkan sejumlah...

Kemacetan Tanjung Priok, Djoko Setijowarno : Benahi Tata Kelola Kawasan Pelabuhan

KEMACETAN panjang yang terjadi di sekitar Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4/2025). Diperkirakan adalah kemacetan lalu lintas yang terparah. Namun, kemacetan bukan hal...

Penyebab dan Solusi Penanganan Banjir di Indonesia

Oleh: [Edy Susilo]* BAYANGKAN sejenak, Anda terbangun di tengah malam oleh suara gemuruh air yang deras. Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini menjadi tempat...

Mengurai Kemacetan di Merak, Butuh Satu Komando

PERTANYAAN ini sering muncul dari para pemudik lintas Merak-Bakauheni karena setiap arus mudik Lebaran, seperti Lebaran 2024 terjadi kemacetan panjang sampai Km 97. Saking frustasinya...

Perlu Akses Transportasi Untuk Mewujudkan Program Pendidikan Gratis, Lumbung Pangan dan Pengetesan Kemiskinan

KEMISKINAN tidak akan beranjak selama akses transportasi tidak memadai. Apapun bentuk program yang diberikan kepada warga miskin. Jika memang serius mengentaskan kemiskinan, terlebih dahulu perbaiki...

Leave a comment