
SOLO,NEWSREAL.id – Seluruh umat beragama di Indonesia diajak terus mempererat kekompakan untuk merawat dan menjaga persatuan kesatuan bangsa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan secara aktif terus menjaga semangat kerukunan antar umat beragama.
Staf Khusus Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Menteri Agama, Gugun Gumilar menuturkan, semangat kerukunan adalah fondasi utama bangsa. Keberagaman iman, suku, dan budaya harus dirawat sebagai kekuatan, bukan alasan untuk terpecah.
“Indonesia Emas 2045 hanya bisa kita wujudkan kalau umat beragama kompak menjaga persatuan. Beda iman tidak membuat kita berbeda sebagai anak bangsa. Justru di situlah kekuatan kita,” ujar saat memberikan materi di di hadapan jemaat Gereja Keluarga Allah (GKA) Widuran Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026)
Alumni Hartford International University of Peace and Religion Amerika Serikat ini menyampaikan ketika tokoh agama dan jemaat dari keyakinan berbeda duduk bersama membicarakan masa depan bangsa, itu bukti Pancasila hidup.
Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu menyampaikan apresiasi terbuka kepada GKA Solo yang membuka ruang dialog kebangsaan. Sehingga dialog lintas iman dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 bisa terlaksanakan dengan baik dan lancar.
Pendidikan Karakter Kebangsaan
Lebih lanjut Duta Muda PBB 2013-2016 ini menyorot peran pendidikan dalam mencetak generasi emas. Ia menekankan sekolah, keluarga, dan rumah ibadah punya tugas sama: menanamkan cinta tanah air, toleransi, dan etika.
“Generasi 2045 harus cerdas, tapi juga berkarakter. Harus jago teknologi, tapi tidak kehilangan nilai kemanusiaan,” katanya.
“Kalau anak-anak kita dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan saling menghormati, baik di sekolah maupun di rumah ibadah, maka 2045 bukan sekadar angka. Itu masa depan yang pasti kita raih bersama,” sambung pria kelahiran Purwakarta yang pernah menjadi salah satu pembicara di Forum Internasional G20.
Gugun menyebut GKA Solo sebagai contoh rumah ibadah yang moderat dan inklusif. Tradisi Solo yang guyub dan toleran dinilai jadi modal penting membangun kohesi sosial nasional.
Pesan penutupnya untuk jemaat, Gugun meminta untuk merawat kerukunan yang dimulai dari hal kecil.
“Tegur sapa tetangga beda keyakinan, lawan hoaks di grup WhatsApp keluarga, dan ajarkan anak untuk bangga jadi Indonesia,” pesan pendiri Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia itu.(Bun)
Cerita Inspiratif, Pulih Usai Kecelakaan Maut, Diah Warih Tumbuhkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas
YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari (46), menceritakan, sebuah kecelakaan maut sempat mengubah arah hidupnya. Kecelakaan itu bahkan nyaris membuat Diwa, sapaan...
Gugun Gumilar Tekankan Kebebasan Beragama dan Beribadah sebagai Hak Konstitusional
BANDUNG,NEWSREAL.id – Stafsus Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Menteri Agama, Gugun Gumilar menggelar pertemuan dengan Jemaat Rumah Doa Methodis Injili Jemaat...
Stafsus Menag terima Patriot Garda Indonesia Hibahkan Koleksi Buku Kristen ke Perpustakaan Masjid Istiqlal
JAKARTA,NEWSREAL.id-Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan memperkaya khazanah literasi lintas iman, PGI (Patriot Garda Indonesia) secara resmi menyerahkan bantuan hibah berupa 181 eksemplar...
Stafsus Menteri Agama : Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
JAKARTA, NEWSREAL.id – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat semangat perubahan, memperluas wawasan, serta menghadirkan kontribusi...
Kunjungi Solo, Ini yang disampaikan Gugun Gumilar
SOLO, NEWSREAL.id – Stafsus Menang Gugun Gumilar mengunjungi Kota Solo, Jumat sore. Tujuan kehadiran Gugun untuk mendengar langsung kondisi lapangan. “Sore hari ini saya tiba...
Kemenag Perkenalkan Reconnect, Pendekatan Keagamaan untuk Rehabilitasi Mantan Napiter
JAKARTA,NEWSREAL.id – Tantangan utama dalam proses kembalinya mantan napiter menjadi warga negara karena minimnya pendekatan berbasis keagamaan yang menyentuh akar rumput. Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng...
Perbedaan Sunni – Syiah Bagian Fitrah, Gugun Gumilar : We are brother and sister in Islam. We are Muslim !
JAKARTA,NEWSREAL.id – Staf Khusus Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Menteri Agama, Gugun Gumilar menghadiri Seminar “Al-Qur’an: Kitab Suci Yang Abadi” di...
Pembubaran Ibadah di Bantul DIY, Stafsus Kemenag Siap Turun ke Jogja
JAKARTA,NEWSREAL.id – Aksi pembubaran paksa kegiatan ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul, Yogyakarta, Minggu (24/5/2026), langsung mendapatkan respons. Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar...
Kisah Ikon Global Haji 2026, Nenek Jumariah yang Sebatang Kara
DADA Jumariah berdebar kencang saat kakinya melangkah memasuki pelataran Masjidil Haram, Minggu (10/5/2026). Di bawah terik langit Makkah, perempuan lanjut usia itu berulang kali mengusap...
Staf Khusus Menag RI Rayakan Hardiknas bersama 38 Anak Pemulung, Komitmen Beri Pembinaan dan Beasiswa
JAKARTA,NEWSREAL.id — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, mengunjungi kegiatan belajar anak-anak di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia...
Disambut Gembira Ria, RUU PPRT Disahkan sebagai Undang-undang
JAKARTA,newsreal.id – DPR RI secara resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi Undang-Undang. Pengesahan ini disambut antusias oleh PRT yang...
Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, Menag : Rumah Ruang Menemukan Ketenangan
JAKARTA,newsreal.id — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya memaknai rumah ibadah sebagai ruang untuk membangun ketenangan batin, refleksi diri, dan pendalaman nilai-nilai spiritual. Hal tersebut...