
KECELAKAAN kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27-28 April 2026, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Insiden ini mengakibatkan setidaknya 14-16 orang tewas dan lebih dari 80 orang luka-luka. Tabrakan bermula dari gangguan operasional setelah KRL menabrak taksi di perlintasan JPL 85, menyebabkan KRL tertahan dan ditabrak kereta jarak jauh.
Peristiwa memilukan itu tentunya menarik perhatian mata nasional maupun internasional.
Sebenarnya apa yang bisa dipetik dari kejadian menyedihkan itu, sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari.
Pengamat Transportasi Nasional Djoko Setijowarno menyatakan berbagai hal yang perlu dibenahi. Satu diantaranya adalah pendidikan dasar tentang keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Lonjakan kecelakaan usia produktif menuntut integrasi pendidikan keselamatan sejak sekolah dasar. Seperti di mancanegara, ini adalah investasi jangka panjang demi menyelamatkan masa depan bangsa._
Pendidikan keselamatan lalu lintas di mancanegara umumnya tidak hanya berfokus pada pengenalan rambu, tetapi telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dan pembentukan karakter sejak usia dini. Pendekatannya sering kali menggabungkan aspek psikologi, infrastruktur yang mendukung pembelajaran, serta penegakan hukum yang ketat.
BELANDA : Lisensi Bersepeda ( Verkeersexamen)
Belanda merupakan salah satu negara terbaik dalam integrasi transportasi. Anak-anak di sana tidak hanya belajar teori, tetapi harus mengikuti Ujian Lalu Lintas Nasional.
• Praktik langsung, di tingkat sekolah dasar, siswa wajib mengikuti ujian praktik bersepeda di jalan raya yang diawasi oleh polisi dan sukarelawan.
• Infrastruktur edukatif, banyak kota memiliki taman lalu lintas (traffic gardens), anak-anak bisa berlatih dalam simulasi kota kecil yang aman.
JEPANG : Budaya Mandiri dan Omoiyari
Jepang menekankan pada kemandirian dan etika berkendara yang disebut Omoiyari (empati/tenggang rasa).
• Berjalan kaki ke sekolah, sejak usia 6 tahun, anak-anak dilatih berjalan kaki ke sekolah secara berkelompok tanpa pendampingan orang tua. Ini secara tidak langsung mengajarkan mereka cara menyeberang dan memahami ritme lalu lintas.
• Pelatihan lansia, mengingat populasi lansia yang tinggi, Jepang memiliki program edukasi khusus dan pembaruan lisensi yang ketat bagi pengemudi lanjut usia untuk menekan angka kecelakaan.
SWEDIA : Visi Zero ( Vision Zero )
Swedia adalah pelopor konsep Vision Zero, yang menyatakan bahwa tidak ada jumlah kematian yang dapat diterima di jalan raya.
• Tanggung jawab system, pendidikan di Swedia menekankan bahwa manusia bisa melakukan kesalahan (human error), sehingga edukasi dibarengi dengan desain infrastruktur yang “memaafkan” kesalahan tersebut (seperti pembatas jalan yang fleksibel dan zona 30 km/jam).
• Kurikulum berkelanjutan, pendidikan keselamatan jalan adalah bagian dari materi wajib yang diajarkan secara spiral (berulang dengan tingkat kesulitan meningkat) dari TK hingga SMA.
JERMAN : Edukasi Lalu Lintas ( Verkehrserziehung)
Jerman memiliki sistem yang sangat terstruktur dalam mendidik calon pengemudi maupun pejalan kaki.
• Sekolah mengemudi yang ketat, untuk mendapatkan SIM, warga Jerman harus melewati kursus teori dan praktik yang sangat mendalam, termasuk latihan di jalur Autobahn dan berkendara malam hari.
• Polisi Masuk Sekolah, polisi lalu lintas secara rutin datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan materi dan memandu simulasi bersepeda bagi siswa kelas 4 SD.
Kurikulum Sekolah
Pentingnya pengintegrasian pendidikan keselamatan lalu lintas ke dalam kurikulum di Indonesia bukan sekadar upaya administratif, melainkan langkah strategis untuk memutus rantai kecelakaan yang didominasi oleh usia produktif. Alasan fundamental mengapa kurikulum ini menjadi sangat krusial di Indonesia.
Pertama, membangun budaya keselamatan sejak dini. Perubahan perilaku tidak bisa terjadi secara instan melalui penilangan di jalan raya saja. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah, etika berlalu lintas dipandang sebagai bagian dari norma sosial dan karakter bangsa, bukan sekadar ketakutan pada denda. Anak-anak yang teredukasi dengan baik sering kali menjadi “pengingat” bagi orang tua mereka saat berkendara, yang secara tidak langsung memperluas jangkauan edukasi ke lingkup keluarga.
Kedua, menekan angka fatal. Berdasarkan data Korlantas Polri, sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas berada pada rentang usia remaja hingga dewasa muda. Banyak siswa SMP dan SMA di Indonesia yang sudah mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM karena kebutuhan mobilitas. Kurikulum keselamatan memberikan pemahaman mengenai risiko teknis dan hukum yang selama ini sering diabaikan. Selain itu, untuk melindungi usia produktif dari kecelakaan berarti melindungi potensi ekonomi dan masa depan bangsa.
Ketiga, memahami etika di ruang publik.
Jalan raya adalah ruang publik yang paling demokratis sekaligus paling berbahaya. Kurikulum ini mengajarkan tentang hierarki pengguna jalan, yakni memberikan pemahaman bahwa pejalan kaki dan pesepeda memiliki prioritas utama dibandingkan kendaraan bermotor. Disampin itu membentuk toleransi dan empati. Dengan mengurangi budaya arogan atau “adu cepat” di jalan yang sering menjadi pemicu kecelakaan maupun konflik sosial (road rage).
Keempat, standarisasi pengetahuan secara nasional . Selama ini, pengetahuan lalu lintas di Indonesia sering kali bersifat fragmentaris (potongan-potongan informasi). Kurikulum memastikan setiap anak, baik di kota besar maupun daerah terpencil, mendapatkan standar informasi yang sama mengenai arti rambu, cara menyeberang yang benar, dan penggunaan alat keselamatan (helm SNI dan sabuk pengaman). Seiring berkembangnya infrastruktur seperti jalan tol dan kendaraan listrik, kurikulum membantu masyarakat beradaptasi dengan aturan-aturan baru yang lebih kompleks.
Implementasi di Indonesia
Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan keselamatan jalan di Indonesia idealnya tidak hanya berhenti pada teori di buku teks, tetapi juga melibatkan dengan memasukkan materi lalu lintas ke dalam soal-soal matematika (misalnya menghitung jarak pengereman) atau fisika (tentang momentum dan gaya gesek). Pemanfaatan fasilitas praktik agar siswa dapat merasakan simulasi berkendara yang aman tanpa risiko nyata. Diperlukan kerjasama antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian untuk memastikan materi yang diajarkan relevan dengan kondisi lapangan.
Tanpa kurikulum yang kuat, upaya perbaikan infrastruktur jalan yang masif di Indonesia tidak akan memberikan dampak maksimal, karena faktor manusia (human error) tetap menjadi penyebab utama kecelakaan.
Sudah saatnya kita memandang pendidikan keselamatan lalu lintas bukan sebagai beban kurikulum tambahan, melainkan sebagai investasi nyawa bagi generasi masa depan. Melalui edukasi yang terstlalu.lintasruktur, kita tidak hanya mencetak pengguna jalan yang cerdas, tetapi juga warga negara yang memiliki empati dan rasa tanggung jawab tinggi di ruang publik.
Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
Apakah Mengirim Karangan Bunga Duka Cita Termasuk Takziah? Nah Ini Ulasannya
Di antara budaya masyarakat modern adalah mengirim karangan bunga duka cita ketika ada kematian di lingkungan keluarga, sahabat, rekan kerja, dan sebagainya. Biasanya, karangan bunga...
Panas Bumi Dinilai Jadi Kunci Percepat Transisi Energi RI
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemanfaatan energi panas bumi dinilai berpotensi besar mempercepat transisi energi di Indonesia, terutama dalam mendukung target bauran energi baru terbarukan (EBT). Direktur Eksekutif Center...
6 Benda Tercepat yang Pernah Diciptakan Manusia
BELAKANGAN, manusia berlomba-lomba untuk membuat benda yang memiliki kecepatan tinggi. Tujuannya adalah untuk mencapai tujuan dalam waktu singkat, apalagi jarak yang ditempuh jutaan Kilometer jaraknya...
Kemkomdigi & TNI Kompak Jaga Infrastruktur Digital di Daerah 3T
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Pemerataan konektivitas digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tak sekadar soal teknologi, tapi juga bagian dari strategi pertahanan nasional. Hal itulah...
“Sosrobahu”, Ini Teknologi yang Dipakai Hutama Karya Pacu Pembangunan Tol Semarang – Demak
SEMARANG,newsreal.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menerapkan inovasi landas putar “Sosrobahu” pada pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Paket 1A. Metode ini memungkinkan progres konstruksi...
7 Hewan Air yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa
BERAGAM hewan air, memiliki perilaku misterius yang belum banyak terungkap. Maklum saja, Bumi ini berisi lebih banyak wilayah perairan daripada daratan. Sehingga, masih banyak yang...
5 Pertanyaan Umum dengan Jawaban yang Mengejutkan
BANYAK sekali pertanyaan yang ada dalam benak kita, namun jawabannya kurang memuaskan. Saking seringnya sebuah pertanyaan muncul atau menjadi terlalu umum, sehingga kita malas untuk...
RMS Carpathia, Penyelamat Titanic yang Tenggelam Terkena Torpedo Jerman
TRAGEDI kapal Royal Mail Ship (RMS) Titanic yang tenggelam pada April 1912 masih menjadi cerita yang menarik perhatian banyak orang di dunia. Ribuan orang tewas...
Setelah Satu Dekade, Kawah Misterius Meledak di Lapisan Siberia Terungkap. Ini Penjelasan Para ilmuwan
SATU dekade yang lalu, sebuah kawah misterius muncul di Arktik Rusia, membentuk lubang besar bergerigi selebar ratusan kaki, dan tenggelam ke dalam jurang yang sangat...
Hadapi Perubahan Iklim, RI Luncurkan Bursa Karbon
JAKARTA, newsreal.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan sekaligus membuka Perdagangan Perdana Bursa Karbon Indonesia, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI),...
Tema Hari Pers Nasional 2022 dan Sejarahnya
9 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Tanggal tersebut ditetapkan karena sesuai dengan lahirnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari...
Didanai Lewat PMN 2021, Indonesia Siap Produksi Kapal Selam Sendiri
JAKARTA,newsreal.id – Usai dilaksanakannya penyerahan Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN TA 2021 oleh Kemenkeu kepada PT PAL Indonesia (Persero) pada Kamis (30/12) sebesar Rp1,28 triliun....

