Ilmu Pengetahuan

Penyandang Disabilitas Wajib Ikut Bela Negara, Ini Caranya !

Tim Redaksi, newsreal.id
Jumat, 5 Juni 2026 13:10 WIB
Penyandang Disabilitas Wajib Ikut Bela Negara, Ini Caranya !
NEWSREAL.ID - Kol (Inf) Ruddy Hermawan (Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan) dalam Seminar Kebangsaan: Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Norma dan Panduan Hidup Penyandang Disabilitas di Indonesia yang diselenggarkan Komisi Nasional Disabilitas dan Diwa Foundation di Gedung DPD RI Yogyakarta, 4 Juni 2026. (newsreal.id)

YOGYAKARTA,NEWSREAL.id– Sewaktu-waktu Indonesia diserang oleh kekuatan musuh. Tidak hanya Tentara Indonesia saja yang berada digaris depan mengawal Ibu Pertiwi. Masyarakat luas sebagai kekuatan besar harus siap untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Bahkan, mereka yang tidak memiliki kesempurnaan fisik juga memiliki peran dalam urusan bela negara ini.

Dalam sebuah sesi pemaparan yang disampaikan Kol (Inf) Ruddy Hermawan (Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan) dalam Seminar Kebangsaan: Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Norma dan Panduan Hidup Penyandang Disabilitas di Indonesia yang diselenggarkan Komisi Nasional Disabilitas dan Diwa Foundation di Gedung DPD RI Yogyakarta, 4 Juni 2026.

Ruddy Hermawan mengatakan membeberkan paparan terkait penyandang disabilitas di Indonesia ini untuk turut membela negara. Ia mengatakan, ada tiga pertanyaan dasar yang dikemukakan yakni, apa yang harus dibela, mengapa dibela dan siapa yang dibela ?

Bahwa negara itu perlu dibela. Karena negara itu ibaratnya benda hidup. Pertanyaan berikutnya adalah mengapa negara dibela sampai titik darah penghabisan. Nah, jawabanya adalah negara itu lahir. Tumbuh dan berkembang seperti mahkluk hidup di muka bumi ini. Lalu, siapa yang membela. Nah, jawabannya ya kita semuanya yang membela.

“Bahwa berbicara tentang bela negara adalah hak dan kewajiban sesuai dengan kapasitas dan batas kemampuan. Yang bisa dilakukan hari ini, melakukan bela negara terhadap non militer dan ancaman non fisik,” terang perwira menengah ini.

Mantan Dandim 0506/Tgr Kodam Jaya ini mengungkapkan, banyak profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penyandang disabilitas ini.

“Di antaranya agen perubahan, profesi berkemampuan digital, negosiator dan atau orang yang bisa mengcounter ancaman militer tadi,” ungkapnya.

Pikiran sempit

Ia menegaskan bahwa konsep bela negara selama ini masih sering dipahami secara sempit. Banyak eleman masyarakat yang menganggap bela negara identik dengan kegiatan militer seperti latihan baris-berbaris atau penggunaan senjata. Padahal, bela negara memiliki makna yang jauh lebih luas.

“Bela negara adalah hak dan kewajiban seluruh warga negara tanpa terkecuali. Ancaman terhadap bangsa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga nonfisik. Karena itu seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama,” ujarnya.

Ruddy menilai masih terdapat pandangan yang belum sepenuhnya menempatkan penyandang disabilitas sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban setara dalam kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Kepala Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, Sukinah, menekankan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai materi pembelajaran semata.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata agar penyandang disabilitas dapat hidup setara, mandiri, bermartabat, serta berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial.

“Pancasila bukan hanya diajarkan kepada penyandang disabilitas, tetapi harus dijalankan oleh seluruh bangsa agar tercipta kehidupan yang inklusif,” ujarnya.

Pada bagian lain, panitia acara Faisal Mahbub menambahkan, seminar kebangsaan diisi beberapa pemateri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Sementara, pembicara kunci adalah Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Adapun pemateri adalah Ruddy Hermawan SH SIP dari Badan Cadangan Nasional Kemenhan, Dr Diasma Sandi Swandaru MH (Pusat Studi Pancasila UGM), Dr Sukinah MPd (Kepala PLB FIP UNY), Kikin P Tarigan (Komisioner KND) dan Diah Warih Anjari (Diwa Foundation).

Peserta berasal dari dinas terkait di Yogyakarta. Perwakilan dari SIGAB, PR Yakkum, SAPDA, Dria Manunggal, PPDI, HWDI, Gerkatin, Pertuni PPDFI , Perhimpunan Jiwa Sehat Yogyakarta, dan guru SLB. (Bun)

Berita Terbaru

Membangun Budaya Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini, Refleksi Kecelakaan Maut Kereta Api Bekasi Timur

KECELAKAAN kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27-28 April 2026, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Insiden ini mengakibatkan setidaknya...

Apakah Mengirim Karangan Bunga Duka Cita Termasuk Takziah? Nah Ini Ulasannya

Di antara budaya masyarakat modern adalah mengirim karangan bunga duka cita ketika ada kematian di lingkungan keluarga, sahabat, rekan kerja, dan sebagainya. Biasanya, karangan bunga...

Panas Bumi Dinilai Jadi Kunci Percepat Transisi Energi RI

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemanfaatan energi panas bumi dinilai berpotensi besar mempercepat transisi energi di Indonesia, terutama dalam mendukung target bauran energi baru terbarukan (EBT). Direktur Eksekutif Center...

 6 Benda Tercepat yang Pernah Diciptakan Manusia

BELAKANGAN, manusia berlomba-lomba untuk membuat benda yang memiliki kecepatan tinggi. Tujuannya adalah untuk mencapai tujuan dalam waktu singkat, apalagi jarak yang ditempuh jutaan Kilometer jaraknya...

Kemkomdigi & TNI Kompak Jaga Infrastruktur Digital di Daerah 3T

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Pemerataan konektivitas digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tak sekadar soal teknologi, tapi juga bagian dari strategi pertahanan nasional. Hal itulah...

“Sosrobahu”, Ini Teknologi yang Dipakai Hutama Karya Pacu Pembangunan Tol Semarang – Demak

SEMARANG,newsreal.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menerapkan inovasi landas putar “Sosrobahu” pada pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Paket 1A. Metode ini memungkinkan progres konstruksi...

7 Hewan Air yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa

BERAGAM hewan air, memiliki perilaku misterius yang belum banyak terungkap. Maklum saja, Bumi ini berisi lebih banyak wilayah perairan daripada daratan. Sehingga, masih banyak yang...

5 Pertanyaan Umum dengan Jawaban yang Mengejutkan

BANYAK sekali pertanyaan yang ada dalam benak kita, namun jawabannya kurang memuaskan. Saking seringnya sebuah pertanyaan muncul atau menjadi terlalu umum, sehingga kita malas untuk...

RMS Carpathia, Penyelamat Titanic yang Tenggelam Terkena Torpedo Jerman

TRAGEDI kapal Royal Mail Ship (RMS) Titanic yang tenggelam pada April 1912 masih menjadi cerita yang menarik perhatian banyak orang di dunia. Ribuan orang tewas...

Setelah Satu Dekade, Kawah Misterius Meledak di Lapisan Siberia Terungkap. Ini Penjelasan Para ilmuwan

SATU dekade yang lalu, sebuah kawah misterius muncul di Arktik Rusia, membentuk lubang besar bergerigi selebar ratusan kaki, dan tenggelam ke dalam jurang yang sangat...

Hadapi Perubahan Iklim, RI Luncurkan Bursa Karbon

JAKARTA, newsreal.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan sekaligus membuka Perdagangan Perdana Bursa Karbon Indonesia, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI),...

Tema Hari Pers Nasional 2022 dan Sejarahnya

9 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pers Nasional.  Tanggal tersebut ditetapkan karena sesuai dengan lahirnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari...

Leave a comment