Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 3 April 2026 22:34 WIB
Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM
NEWSREAL.ID - ISI BBM: Petugas SPBU di Jakarta mengisi bbm di kendaraan konsumen. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan tersebut dinilai tetap menyimpan potensi risiko fiskal yang perlu diantisipasi.

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani menilai, kebijakan penahanan harga BBM memang dapat menjaga stabilitas daya beli masyarakat dalam jangka pendek. “Menahan harga itu bagus, tapi apakah ada risiko fiskal lain yang kemudian mendorong efisiensi anggaran dan berdampak pada daya beli, itu yang perlu diwaspadai,” ujar Ajib, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap fiskal berpotensi membuat pemerintah melakukan penghematan anggaran. Jika tidak tepat sasaran, langkah tersebut justru dapat menekan konsumsi masyarakat yang saat ini tengah menunjukkan tren positif.

Ajib mengungkapkan, daya beli masyarakat saat ini relatif kuat, tercermin dari peningkatan indeks keyakinan konsumen dari 115 pada September 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Momentum Lebaran juga turut mendorong konsumsi, dengan perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp150 triliun dari pencairan tunjangan hari raya (THR).

Sektor Strategis

Ia mengingatkan agar pemerintah menjaga momentum tersebut dengan tidak memangkas belanja pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, dunia usaha juga dihadapkan pada ketidakpastian global. Proyeksi Organisation for Economic Co-operation and Development menunjukkan inflasi di negara-negara G20 berpotensi meningkat hingga mendekati 4 persen.

Tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah yang melemah mendekati Rp17 ribu per dolar AS, lebih tinggi dari asumsi makro pemerintah di kisaran Rp16.500. “Kondisi volatilitas seperti ini membuat dunia usaha perlu melakukan lindung nilai (hedging), yang tentu menambah biaya,” kata Ajib.

Karena itu, pelaku usaha berharap kebijakan efisiensi anggaran yang mungkin diambil pemerintah tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor-sektor penggerak ekonomi, sehingga pertumbuhan dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (tb)

Berita Terbaru

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...

RI-Korsel Teken Sepuluh MoU Strategis, Kerja Sama Ekonomi hingga Energi Bersih

NEWSREAL.ID, SEOUL- Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan kembali diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis lintas sektor. Sebanyak 10 nota kesepahaman (Memorandum of...

Korsel-RI Perkuat Kemitraan Strategis

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan...

Zulhas Ngebut PSEL: 30 Proyek Disiapkan, Sampah Mau Disulap Jadi Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai tancap gas mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di berbagai daerah. Total ada 30 proyek yang disiapkan untuk...

BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun MBG Langsung untuk Perbaikan Gizi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa sebagian besar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialokasikan langsung untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dari total anggaran...

Prabowo Kantongi Kerja Sama Rp370 Triliun dengan Jepang

NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto menandatangani kerja sama ekonomi senillai 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun dengan Jepang dalam kunjungan resminya ke Tokyo,...

Kemendag Genjot Kerja Sama Dagang Global Lewat Forum WTO di Kamerun

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat hubungan perdagangan dan investasi internasional melalui serangkaian pertemuan bilateral dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 World Trade Organization yang...

Sekjen Baru Kemenkeu Ditantang Tutup Kebocoran Negara

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Penunjukan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Di tengah tekanan global, ia langsung dihadapkan...

Bulog Gandeng BRIN, Stok Beras Dipoles Teknologi Biar Tahan Lama dan Bebas Kutu

NEWSRAL.ID, JAKARTA– Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengelolaan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas...

Digugat ke PTUN, Mendag: Deal Dagang RI-AS Belum Diratifikasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) belum memasuki tahap...

Airlangga: Kebijakan WFH Segera Diumumkan, Berlaku Setiap Jumat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) sebelum akhir Maret 2026. Airlangga...

Bahlil: Evakuasi 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz Masih Sulit

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) dari Selat Hormuz masih menghadapi kendala serius di tengah...