
WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan mencabut status hukum sementara bagi sekitar 240.000 warga Ukraina yang mengungsi ke Negeri Paman Sam imbas invasi Rusia.
Jika Trump benar-benar menerapkannya, maka kebijakan ini akan menjadi perubahan drastis dari kebijakan Presiden Joe Biden yang sebelumnya menyambut pengungsi Ukraina sebagai bentuk solidaritas dan bantuan terhadap sekutu. Keputusan Trump ini juga nantinya bakal membuat ratusan ribu warga Ukraina itu dideportasi ke negaranya.
“Kami tidak ingin menyakiti siapa pun, tentu saja tidak ingin menyakiti mereka, dan saya sedang mempertimbangkannya,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih saat ditanya tentang kemungkinan pencabutan status dan deportasi warga Ukraina pada Kamis (6/3). “Ada yang berpikir itu adalah langkah yang tepat, ada juga yang tidak, dan saya akan segera mengambil keputusan,” paparnya menambahkan.
Menurut seorang pejabat senior Trump dan tiga sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa rencana pencabutan status tinggal sementara bagi warga Ukraina di AS ini merupakan bagian dari kebijakan Trump memperketat kebijakan imigrasi AS.
Tinggal Sementara
Kebijakan ini, ucap para sumber, bagian dari rencana Trump untuk mengusir lebih dari 1,8 juta imigran yang sebelumnya diperbolehkan masuk ke AS melalui program izin tinggal sementara berbasis kemanusiaan di era Biden.
Keempat sumber tersebut menyebutkan bahwa kebijakan ini bisa mulai berlaku pada April. Mereka juga mengungkapkan bahwa rencana pencabutan status ini sudah mulai dibahas sebelum Trump secara terbuka berseteru dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pekan lalu.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah laporan Reuters dalam unggahan di X, dengan menyatakan bahwa “belum ada keputusan yang dibuat saat ini.”
Juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Tricia McLaughlin mengatakan, pihaknya belum memiliki pengumuman baru terkait kebijakan ini. Pihak berwenang Ukraina juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump pada 20 Januari menginstruksikan DHS untuk “mengakhiri semua program izin tinggal bersyarat secara kategoris.” Pemerintahan Trump juga berencana mencabut izin tinggal bersyarat bagi sekitar 530.000 warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela bulan ini. Rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh CBS News.
Selain 240.000 warga Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia, serta 530.000 warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela, program ini juga mencakup lebih dari 70.000 warga Afghanistan yang kabur dari pengambilalihan Taliban. (cnnind,tb)
Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo
PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...
Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam
NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA
PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi
JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....
Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo
PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...
Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris
PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...
Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla
JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...
Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia
SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...
Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One
JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...
19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji
MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...