Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Investasi di Jateng Naik 110 Persen

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 11 Februari 2025 17:43 WIB
Investasi di Jateng Naik 110 Persen
NEWSREAL.ID - PINTU MASUK: Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Pelabuhan menjadi salah satu pintu masuk bagi aktivitas ekspor impor suatu daerah. (Dok: Pelindo)

SEMARANG– Realisasi investasi di Jateng pada 2024 mencapai Rp88,44 triliun. Capaian itu melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp80,10 triliun atau 110,42 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari, Selasa (11/2). Menurutnya, capaian kinerja merupakan akumulasi realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri dari triwulan I sampai IV 2024, ditambah realisasi dari sektor usaha menengah kecil atau UMK.

Rinciannya, PMA dan PMDN menyumbang investasi sebesar Rp68,67 triliun, sementara sektor UMK menyumbang Rp19,77 triliun. “Realisasi investasi di Jateng tahun 2024 ini dari triwulan I-IV mencapai Rp88,44 triliun. Ini ada kenaikan 114 persen jika dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp77,02 triliun,” ujarnya.

Sakina menyebut, data tersebut berasal dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), yang menggunakan sistem Online Single Submission Risk Based Approach, Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI. Berdasarkan data tersebut, sektor industri tekstil menjadi penyumbang terbanyak penanaman modal di Jateng.

Singapura Terbanyak

Sementara itu, Singapura menjadi negara asing dengan asal penanaman modal terbanyak. Selanjutnya ada Hongkong, Korea Selatan, Tiongkok, dan Thailand. Pada 2024, imbuhnya, terdapat 65.815 proyek, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 409.338 orang.

Dibandingkan 2023, jumlah proyek naik 52,77 persen. Sedangkan serapan tenaga kerja naik 46,38 persen. Sakina mengatakan, investasi di Jateng secara nilai memang terhitung kecil. Namun, di Jateng terdapat banyak industri padat karya, seperti tekstil dan alas kaki. Sehingga, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan serapan tenaga kerja terbanyak, dibanding provinsi lain, di Pulau Jawa.

Dijelaskan, jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 409.338 orang menempati urutan pertama, disusul Jabar sebanyak 383.707 orang, DKI Jakarta 363.345 orang, Jatim 298.893 orang, dan Banten 149.099 orang.

“2025 kami optimis, untuk target kami masih menunggu dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta gubernur terpilih. Namun kami optimis, minimal 10 persen, kalau sekarang realisasi investasi Rp88,44 triliun, kalau 10 persennya ya sekitar Rp97 triliun,” pungkas Sakina. (tb)

Share:

Berita Terbaru

Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

Leave a comment