Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Rusia Balas Seruan Macron

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 7 Maret 2025 14:01 WIB
Rusia Balas Seruan Macron
NEWSREAL.ID - KAPAL INDUK NUKLIR: Kapal induk bertenaga nulkir milik Angkatan Laut Prancis, Charles de Gaulle sedang berlayar. Kapal induk ini menjadi satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir yang beroperasi di luar Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). (Dok: USNI)
  • Soal Kemungkinan Perang Nuklir

MOSKOW- Rusia membalas seruan Presiden Prancis Emmanual Macron yang meminta negara-negara Eropa siap dengan kondisi terburuk perang nuklir.
Moskow menegaskan pernyataan Macron tersebut merupakan sinyal ancaman bagi negara tersebut.

“Tentu saja ini ancaman terhadap Rusia. Jika mereka menganggap kami sebagai ancaman dan mengatakan perlu menggunakan senjata nuklir dan bersiap memakai senjata nuklir melawan Rusia, ini ancaman,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dikutip dari AFP.

Macron sebelumnya menegaskan membuka peluang Prancis dan negara-negara Eropa melindungi wilayah mereka dengan persenjataan nuklir. Pernyataan itu ia sampaikan setelah menilai Amerika Serikat “balik badan” tak lagi mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia.

“Saya telah memutuskan untuk membuka perdebatan strategis mengenai perlindungan melalui pencegahan kita terhadap sekutu-sekutu kita di benua Eropa,” kata Macron dalam siaran langsung di saluran media sosial resmi, Rabu (5/3).

Pertahanan Diri

Dia menekankan Eropa perlu membantu Ukraina untuk memperkuat pertahanan diri negara itu di tengah gempuran Rusia. “Pencegahan nuklir kami melindungi kami, itu milik Prancis yang lengkap, berdaulat dari ujung ke ujung,” kata Macron, dikutip CNN.

“Ini akan melindung kami jauh lebih banyak dari pada negara tetangga kami,” imbuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova kemudian menanggapi pernyataan Macron pada Kamis (6/3) sebagai sesuatu yang “terlepas dari kenyataan” dan “merupakan pernyataan kontradiktif.”

Ia menyamakan seruan Macron itu dengan salah satu karakter dongeng karangan Hans Christian Andersen, Ole Lukoje, yang memayungi anak kecil yang tengah tertidur pulas.
Lavrov kemudian menyatakan bahwa Rusia tidak goyah dengan wacana pengerahan pasukan Eropa ke Ukraina meski dengan dalih sebagai pasukan perdamaian. “Kami tidak melihat ruang untuk kompromi. Diskusi ini dilakukan dengan tujuan yang sangat bermusuhan,” ujar Lavrov. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Indonesia Kembali Maju Jadi Anggota Tak Tetap DK PBB

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menyatakan kesiapan untuk berkiprah lebih aktif di panggung global dengan mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK...

Trump Naikkan Tekanan ke Iran, Negara Mitra Dagang Teheran Kena Tarif 25 Persen

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang menyasar negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Mulai Senin, Washington akan...

UNRWA Peringatkan Israel, Gaza Perlu Bantuan Kemanusiaan

NEWSREAL.ID, NEW YORK- Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan dampak serius dari kebijakan Israel yang mencabut izin operasional organisasi-organisasi internasional yang menjalankan misi kemanusiaan...

Aneksasi AS Memanas, Sekutu Eropa Bahas Pasukan NATO di Greenland

NEWSREAL.ID, MOSKOW– Kekhawatiran Eropa terhadap wacana aneksasi Greenland oleh Amerika Serikat mendorong pembahasan serius di internal NATO. Inggris dilaporkan membuka komunikasi dengan sejumlah sekutu Eropa...

Jabat Presiden Dewan HAM PBB, RI Tekankan Prinsip Universalitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan kredibilitas Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama menjalankan mandat sebagai Presiden Dewan HAM...

Indonesia-Turki Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Fokus SDM hingga Teknologi Militer

NEWSREAL.ID, ANKARA- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Indonesia dan Turki berkomitmen meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai sektor, termasuk personel, industri, dan teknologi...

DK PBB Terbelah, AS vs Venezuela Jadi Sorotan Global

NEWSREAL.ID, NEW YORK- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menghadapi perpecahan serius setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Pertemuan mendadak DK...

Tetapkan Status Darurat, Maduro Kerahkan Pertahanan Militer dan Rakyat

NEWSREAL.ID, CARACAS- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengerahkan mobilisasi besar-besaran pertahanan negara yang melibatkan militer dan rakyat sipil, menyusul serangkaian serangan yang mengguncang ibu kota Caracas...

Delapan Menlu Tekan Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama tujuh negara mitra mendesak Israel agar membuka akses penuh dan berkelanjutan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga...

Tiongkok Gelar Latihan Militer Terbesar di Sekitar Taiwan, Simulasikan Blokade Penuh

NEWSREAL.ID, TAIPEI- Tiongkok menggelar latihan militer berskala besar di sekeliling Taiwan dalam operasi bertajuk Justice Mission 2025. Latihan ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah...

Korut Pamer Kapal Selam Nuklir

NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Korea Utara kembali menarik perhatian dunia. Rezim Pyongyang memamerkan kapal selam bertenaga nuklir terbaru yang disebut-sebut sebagai salah satu senjata ofensif terkuat milik...

Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Thailand dan Kamboja sepakat melakukan gencatan senjata, Sabtu (27/12). Dalam pernyataan bersama, dua negara setuju menghentikan pertempuran yang telah berlangsung berminggu-minggu itu mulai pukul 12.00...

Leave a comment