Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Menkeu Optimistis RI Dapat Keuntungan Lebih

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 25 April 2025 13:41 WIB
Menkeu Optimistis RI Dapat Keuntungan Lebih
NEWSREAL.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Ist)
  • Negosiasi Tarif Impor dengan AS

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis Indonesia bakal mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan negara lain dalam proses negosiasi tarif impor dengan AS.
Kepercayaan ini dikantongi sang Bendahara Negara seusai bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dalam proses negosiasi tarif resiprokal 32 persen yang diterima Indonesia.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menekankan Indonesia menjadi salah satu negara awal yang melakukan negosiasi. Ia percaya status tersebut bisa membawa dampak positif pada hasil yang diumumkan Amerika nanti.

“Indonesia mendapatkan advantage sebagai early mover, itu disampaikan oleh Scott Bessent tadi (dalam pertemuan),” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Virtual, Jumat (25/4).

“Mengenal karakter dari Presiden (Donald) Trump, mereka biasanya menghargai the first mover yang akan diberikan advantage. Itu tadi yang disampaikan oleh US Secretary (Menkeu AS Scott Bessent),” ucapnya.

Walau demikian, Ani menekankan keputusan final tetap ada di tangan Presiden AS Donald Trump. Oleh karena itu, ia menegaskan Indonesia terus mencoba semua jalur komunikasi dengan Pemerintah Amerika untuk meredam dampak tarif tersebut.

Indonesia Prioritas

Hal serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin tim delegasi Indonesia. Ia bahkan menegaskan sukses membuat Indonesia menjadi prioritas Trump dan jajaran.

Airlangga menyebut sudah bertemu sejumlah petinggi, antara lain Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick sampai Pejabat USTR Duta Besar Jamieson Greer. Ia juga mengklaim Indonesia dan Amerika sepakat menyelesaikan pembahasan tarif ini dalam 60 hari.

“Tantangan yang dihadapi tentu karena Indonesia adalah 1 dari lebih 70 negara, sehingga tentu bagi Indonesia adalah bagaimana kita menjadi perhatian pertama. Alhamdulillah ini sudah berhasil kita capai dan schedule sudah dipersiapkan, bahkan Indonesia mengusulkan timeline yang lebih pendek, yaitu 60 hari,” ungkap Airlangga.

“Tentu kami mendorong perdagangan yang fair, adil, baik itu bilateral maupun multilateral. Jadi, tentu ini bukan dalam zero sum game. Ekonomi diharapkan bisa tumbuh, sehingga pengalihan impor komoditi dari negara tertentu, tentunya ada komoditi lain yang Indonesia bisa tingkatkan (impor dari AS),” jelasnya. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

Leave a comment